<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502</id><updated>2011-04-21T17:05:32.867-05:00</updated><category term='Kutipan Pustaka Islam'/><category term='tasamuh'/><category term='Islam Radikal'/><category term='Islam agama toleran'/><category term='berhasil dalam karier'/><category term='puasa untuk ridho-Nya'/><category term='kiat wirausaha'/><category term='Ilmu Fikih'/><category term='Indonesiaku'/><category term='Hukum pancung'/><category term='Ahmadiyah berkembang di Jerman'/><category term='Fikih Toleransi'/><category term='MUI Bubar'/><category term='Download lagu Indonesia'/><category term='Fikih Syariah'/><category term='Nahdhatul Ulama'/><category term='Hukuman mati'/><category term='Islam Damai'/><category term='Obyek wisata Religi'/><category term='Polemik Bangsa'/><category term='KH.Abdurrahman Wahid'/><category term='islam transnasional'/><category term='Ahmadiyya Movement'/><category term='toleran pada Ahmadiyah'/><category term='Memilih usaha tepat'/><category term='ajaran toleransi'/><category term='lagu Indonesia populer'/><category term='Syariah Islam'/><category term='Toleransi'/><category term='I&apos;tikaf'/><category term='wisata religi'/><category term='muslim moderat'/><category term='sunnah I&apos;tikaf'/><category term='MUI'/><category term='Islamic Respons'/><category term='Marhaban Ramadhan'/><category term='Islam Kita'/><category term='Semarang kota wisata'/><category term='wisata Semarang'/><category term='MUI dan fatwa sesatnya'/><category term='Al-Quran'/><category term='Info Menarik'/><category term='Gus Mus'/><category term='Toleransi identitas Muslim'/><category term='tasamuh dalam Islam'/><category term='Muslim'/><category term='I&apos;tikaf di bulan Ramadhan'/><category term='Murtad'/><category term='bulan suci Ramadhan'/><category term='hasyim muzadi'/><category term='Masjid Agung Semarang'/><category term='merapat ke kyai'/><category term='Gus Dur'/><category term='toleransi dalam Islam'/><category term='Al-Quran Kitab Toloeransi'/><category term='Ahmadiyah naik haji ke Mekkah'/><category term='Islam dan Toleransi'/><category term='Tips sukses'/><category term='Ulama warasatul anbiyya'/><category term='maju dalam usaha'/><category term='NU'/><category term='mencari Ridho Allah'/><category term='puasanya Rasulullah saw'/><category term='Fatwa MUI'/><category term='Hukuman Murtad'/><category term='Dakwah Ahmadiyah di Berlin'/><category term='kiat sukses bisnis'/><category term='Cak Nun dan Ahmadiyah Berlin'/><category term='FPI demo Kedubes Arab Saudi'/><category term='MUI disusupi'/><category term='Gus Mis'/><category term='Ahmadiyah yang Dicerca dan Dipuja'/><category term='Radikalisme dalam Islam'/><category term='Fatwa sesat'/><category term='kisah Rabiah al-Adawiyyah'/><category term='puasa Ramadhan'/><category term='para Ulama'/><category term='HARLAH NU'/><title type='text'>Blog Mas Faizan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-3769692864223131879</id><published>2008-11-06T01:21:00.003-06:00</published><updated>2008-11-06T01:25:50.197-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cak Nun dan Ahmadiyah Berlin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahmadiyah berkembang di Jerman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah Ahmadiyah di Berlin'/><title type='text'>Ahmadiyah Berlin dan Cak Nun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SRKbuWFr_eI/AAAAAAAAAEY/o3wsHOPaW3c/s1600-h/cak+Nun+dan+Ahmadiyah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SRKbuWFr_eI/AAAAAAAAAEY/o3wsHOPaW3c/s320/cak+Nun+dan+Ahmadiyah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265442134855253474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;(Ahmadiyah Berlin dan Cak Nun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;http://www.padhangm bulan.com/ info/4-berita/ 121-ahmadiyah- berlin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada kesempatan itu Emha dan Novia menyempatkan bertemu dengan Jemaat Ahmadiyah, berikut ini adalah penuturan Emha yang disampaikan melalui email; Selama ini terdapat kesalahpahaman dan disinformasi serius tentang 'kasus' Ahmadiyah di Indonesia. Berita-berita yang sampai ke masyarakat Ahmadiyah di sejumlah Negara menyebutkan bahwa yang terjadi di Indonesia bukan hanya aktivitas Ahmadiyah dilarang, tapi juga para pimpinan atau Imam-Imam Jemaat Ahmadiyah di Indonesia, dibunuh. Demikian menurut Emha Ainun Nadjib, sesudah perjumpaannya dengan Imam Abdel Basith Thariq (Imam Ahmadiyah di Berlin, Jerman) 24 Oktober 2008 yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan itu berlangsung di Masjid Khadija, markas Jemaat Ahmadiyah Qodiyan di wilayah yang dulunya terletak di Berlin Timur sebelum reunifikasi dua Jerman beberapa tahun silam. "Kecanggihan teknologi informasi tidak banyak menolong berkurangnya kemungkinan distorsi dan deviasi atau bahkan pembalikan fakta-fakta tentang sesuatu hal, terutama yang menyangkut Islam", katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemaat Ahmadiyah dan Kaum Muslimin di Jerman mengalami berbagai 'ujian'. Berdirinya Masjid Khadija mendapat tentangan keras dari pemerintah lokal dan masyarakat setempat yang dulunya adalah rakyat DDR atau Negara sosialisme Jerman Timur yang memang tidak punya pengalaman berinteraksi dengan Ummat Islam. Tidak sedikit di antara masyarakat lokal tersebut yang bukan hanya fobi atau bahkan anti-Islam, tapi juga belum bisa menerima pergaulan dengan "orang asing" dengan Agama apapun. Akan tetapi konstitusi Negara Jerman mensyahkan berdirinya Masjid itu dan secara konsekwen aparat kepolisian menjaga keamanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan Emha dengan Imam Ahmadiyah Berlin itu untuk 'memastikan' pandangan Ahmadiyah di kota besar Eropa tentang tiga hal. Pertama, apakah Mirza Ghulam Ahmad itu Nabi atau bukan. Kedua, hujjah atau argumentasi kenabiannya. Ketiga,posisi dan fungsi kitab "Tadzkiroh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini yang dimengerti oleh banyak kalangan di Indonesia, alasan kenabian Mirza Ghulan Ahmad adalah menyangkut "khataman-nabiyyin" atau penutup para Nabi. Menurut tafsir Ahmadiyah, kata "khatam" bukan bermakna "penutup" melainkan "cincin". Muhammad SAW adalah "cincin"nya para Nabi, semacam mutiara indah para Nabi. Argumentasi kedua menyangkut Hadits Nabi Muhammad SAW tentang pelaku hijrah yang terakhir, di mana Ulama Ahmadiyah berbeda pendapat dengan Ulama lain tentang salah satu kata dari kalimat Hadits itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emha mengatakan Imam Ahmadiyah di Berlin itu menyatakan dengan tegas bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi. Argumentasi utamanya adalah kalau sesudah Muhammad SAW tidak ada Nabi, maka Nabi Isa tidak akan bisa turun lagi ke bumi sebagai Al-Masih atau Messiah atau Ratu Adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi dinyatakan kenabian Mirza Ghulam Ahmad sama sekali tidak mengurangi kebesaran dan keagungan Nabi Muhammad SAW. "Justru Mirza Ghulam Ahmad diperintahkan oleh Allah untuk menyebarkan keagungan dan keindahan Rasulullah Muhammad SAW", kata Emha menirukan Abdel Basith Thariq (Imam Ahmadiyah di Berlin), "Muhammad adalah Maestro, Mirza Ghulam Ahmad hanya salah seorang murid beliau, pengagum beliau, pecinta beliau, sehingga kesungguhan cintanya membuat Allah memberinya wahyu dan mengangkatnya sebagai Nabi yang bertugas menyebarkan Syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW. Kitab Tadzkiroh adalah wahyu Allah kepada Mirza Ghulam Ahmad yang dimaksudkan untuk menjunjung keindahan Al-Quran dan turut menyebarkan kebenaran dan keindahannya" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian luar maupun dalam Masjid Khadija yang didirikan oleh Jemaat Ahmadiyah itu terdapat berbagai tanda dan tulisan-tulisan sebagaimana yang terdapat pada Masjid Ummat Islam pada umumnya: kaligrafi "Allah", "Muhammad", "Syahadatain" , nama-nama Khalifah Empat, Asmaul Husna, di bagian atap dalam Masjid tertulis ayat "Ala bidzikrillahi tathmainnul qulub" (Niscaya dengan mengingat Allah-lah ketenangan hati didapatkan). "Semua yang saya kemukakan ini hanya report dan tidak ada opini saya sendiri", kata Emha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-3769692864223131879?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/3769692864223131879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=3769692864223131879' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/3769692864223131879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/3769692864223131879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/11/ahmadiyah-berlin-dan-cak-nun.html' title='Ahmadiyah Berlin dan Cak Nun'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SRKbuWFr_eI/AAAAAAAAAEY/o3wsHOPaW3c/s72-c/cak+Nun+dan+Ahmadiyah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-2623773353444293088</id><published>2008-11-04T17:43:00.004-06:00</published><updated>2008-11-04T17:52:37.810-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Toleransi identitas Muslim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toleransi dalam Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam agama toleran'/><title type='text'>Toleransi Identitas Muslim</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SRDfamdBurI/AAAAAAAAAEQ/x0byrJgfYkw/s1600-h/ZUHAIRI+MISRAWI.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SRDfamdBurI/AAAAAAAAAEQ/x0byrJgfYkw/s320/ZUHAIRI+MISRAWI.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264953612487998130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:180%;" &gt;Jadikan Toleransi sebagai Modal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;October 25, 2008 by zuhairimisrawi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Para pendiri bangsa telah menciptakan Indonesia sebagai negara yang masyarakatnya penuh toleransi dengan menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai asas dan pedoman hidup bersama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Keragaman identitas bangsa Indonesia yang sejak awal disadari pendiri bangsa itu kini mulai dinafikan seiring dengan perkembangan dunia yang semakin mengglobal dan kepemimpinan bangsa yang lemah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bagi Zuhairi Misrawi, Koordinator Program Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat, modal toleransi yang telah dikukuhkan itu masih menjadi toleransi yang pasif. Sebuah bentuk toleransi yang hanya didasari pada kepentingan bersama untuk hidup damai dan harmonis di antara perbedaan agama, ras, suku, budaya, dan bahasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Namun, itu saja tidak cukup. Toleransi pasif harus dikembangkan menjadi toleransi yang aktif. Kebersamaan yang telah terwujud harus menjadi modal dan jembatan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan sejahtera.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Toleransi mampu mewujudkan demokrasi dan menyelamatkan bangsa dari keterpurukan dan kemiskinan,” katanya. Toleransi harus menjadi spirit untuk menyelesaikan berbagai masalah sosial, politik, dan budaya yang menjerat bangsa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Intoleransi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Namun, kini mulai terjadi kemunduran atas rasa dan semangat kebersamaan yang sudah dibangun. Intoleransi menebal yang ditandai dengan meningkatnya rasa benci dan saling curiga di antara sesama anak bangsa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hegemoni mayoritas atas minoritas semakin menebal, menggantikan kasih sayang, tenggang rasa, dan semangat untuk berbagi. Kualitas, visi, dan filosofi mulai dikalahkan oleh kuantitas, arogansi, dan provokasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Intoleransi muncul akibat hilangnya komitmen politik untuk menjadikan toleransi sebagai jalan keluar mengatasi berbagai persoalan yang membuat bangsa terpuruk. Bangsa Indonesia tak yakin toleransi mampu menjadi solusi atas problematika hidup berbangsa dan bernegara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam perspektif keagamaan, semua kelompok agama belum yakin bahwa nilai dasar dari setiap agama adalah toleransi. Akibatnya, yang muncul adalah kecenderungan intoleransi dan konflik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Padahal, agama bisa menjadi energi positif untuk membangun nilai toleransi guna mewujudkan negara yang adil dan sejahtera,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Berbagai perkembangan politik, sosial, dan ekonomi global turut memengaruhi menguatnya intoleransi di Indonesia. Sikap konsumtif masyarakat, termasuk dalam pemikiran, membuat bangsa lebih yakin dengan nilai dan ajaran dari luar negeri dibandingkan dengan kemampuan bangsa sendiri untuk menciptakan nilai yang pas bagi bangsa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Potensi Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dibandingkan dengan negara lain, Indonesia sebenarnya relatif lebih toleran karena Indonesia memiliki kesepakatan politik dan peraturan yang mengatur tentang toleransi. Namun, kebijakan toleransi itu tidak ditopang dengan nilai toleransi yang cukup. Akibatnya, kesetaraan dan kesempatan yang sama untuk membangun bangsa belum dirasakan seluruh anak bangsa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jika menguatnya intoleransi tidak segara diatasi negara, Indonesia dapat menjadi negara zero tolerance yang menafikan keragaman. Berbagai peradaban dunia telah membuktikan pengabaian toleransi dalam kehidupan berbangsa dan kegagalan kebijakan politik melindungi keragaman negara dapat menjadikannya sebagai negara gagal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Namun, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dan mampu menjalankan prinsip-prinsip demokrasi secara damai, Indonesia memiliki modal yang besar untuk mengembangkan pemikiran keagamaan yang konstruktif bagi demokrasi dan toleransi. Ditambah dengan nilai budaya yang beragam, Indonesia dapat menjadi produsen pemikiran Islam moderat dan dakwah yang damai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kesempatan itu semakin besar akibat kegagalan negara-negara Barat dalam mengembangkan demokrasi dan toleransi. Klaim atas kebenaran dan kebencian kelompok mayoritas atas minoritas semakin menguat seiring dengan gencarnya perang melawan terorisme global.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di negara-negara Muslim sendiri, semangat untuk menghargai kelompok lain justru semakin berkurang. Sebagian besar negara Muslim juga masih disibukkan oleh persoalan-persoalan domestik yang mengekang kemajuan yang didambakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Model keislaman di Indonesia yang berhasil membangun demokrasi dalam tataran nilai dan praktis mulai dilirik masyarakat global,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Indonesia memiliki institusi mandiri yang mampu menyokong pengembangan pemikiran agama yang moderat. Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sebagai organisasi sosial keagamaan yang memiliki visi kebangsaan yang kuat dapat memainkan perannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pesantren-pesantren yang dimiliki NU serta sekolah-sekolah yang dimiliki Muhammadiyah dapat menjadi basis pengembangan pemikiran yang tidak hanya mengajarkan hal-hal yang bersifat doktrinal, tetapi juga sejarah, filsafat, dan norma keagamaan. Jika nilai-nilai keagamaan yang dikembangkan lembaga- lembaga itu dirumuskan dalam konteks modern, maka nilai-nilai itu akan menjadi sedekah yang sangat berarti dari umat Islam Indonesia bagi dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mayoritas-minoritas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Persoalan mayoritas-minoritas selalu mengemuka saat membincangkan toleransi. Namun, hal ini dapat diatasi jika prinsip kesetaraan dikedepankan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kesetaraan akan terwujud jika dilandasi semangat keterbukaan yang akan membuka wawasan dan hati serta menghilangkan kebencian dan kecurigaan terhadap pihak lain. Kesetaraan juga akan tercapai jika tiap pihak mengakui perbedaan dengan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Negara sebenarnya memiliki tanggung jawab terbesar untuk mewujudkan kesetaraan di antara seluruh warganya. Namun, peran ini belum dijalankan negara dan justru diperankan oleh kelompok masyarakat madani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Keyakinan Zuhairi atas prinsip kesamaan manusia tanpa memandang identitas tak terlepas dari pendidikannya di pesantren. Pengasuh Pondok Pesantren Al Amien, Prenduan, Sumenep, KH Muhammad Idris Jauhari, selalu mengajarnya untuk bebas berpikir dan belajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pergaulannya dengan berbagai kelompok masyarakat lintas agama dan bangsa semakin membuka cakrawalanya akan arti penting toleransi (M. ZAID WAHYUDI, Harian Kompas, 17 Mei 2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;www.zuhairimisrawi.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-2623773353444293088?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/2623773353444293088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=2623773353444293088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/2623773353444293088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/2623773353444293088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/11/toleransi-identitas-muslim.html' title='Toleransi Identitas Muslim'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SRDfamdBurI/AAAAAAAAAEQ/x0byrJgfYkw/s72-c/ZUHAIRI+MISRAWI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-1031324489455111876</id><published>2008-09-26T04:12:00.002-05:00</published><updated>2008-09-26T04:15:28.072-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mencari Ridho Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa untuk ridho-Nya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah Rabiah al-Adawiyyah'/><title type='text'>Puasa Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Puasa Mengharap Ridha Allah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (al-Baqarah [2]:183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat ini Allah Taala dengan jelas menyebutkan bahwa tujuan dari ibadah puasa yang dilakukan adalah untuk mencapai ketakwaan. Artinya sebagai hasil yang diharapkan dari puasa tersebut, harus tercipta satu bentuk kemajuan demi kemajuan dalam hal kedekatan hubungan dengan Allah Taala. Sehingga YM Rasulullah saw bersabda : Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;Dan beliau  juga bersabda : Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, Barangsiapa yang mendirikan (shalat malam) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau. (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Rasulullah saw menasehatkan, niatkanlah puasa kalian hanya untuk mengharapkan keridhaan Allah Taala. Jangan pernah meniatkan puasa untuk maksud-maksud yang lain. Sehingga dalam sebuah hadits yang lain ada sebuah riwayat, dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Allah berfirman : Semua amal shaleh anak Adam akan dilipatgandakan, satu kebaikan dilipatgandakan menjadi 10 kalinya, bahkan sampai 700 kalinya, kecuali puasa, sebab puasa adalah milik-Ku dan hanya Aku lah yang akan membalasnya, hal ini dikarenakan seseorang yang berpuasa itu meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku. Orang yang berpuasa itu memiliki dua kegembiraan, yakni kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika menghadap Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang sedang berpuasa itu dalam pandangan Allah lebih harum dari minyak kesturi. Puasa adalah perisai. Jika seseorang sedang puasa, janganlah ia berbuat atau berkata yang tidak senonoh. Jika ada seseorang yang memakinya, hendaklah ia mengatakan : Maaf aku sedang puasa. (HR Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;Dari hadits-hadits ini dapat dipahami bahwa puasa melatih kita untuk melakukan apapun hanya dengan satu tujuan untuk mendapatkan ridha Allah Ta’ala yaitu untuk mencari kesenangan Allah Ta’ala. Ibadah apapun yang kita lakukan tidak akan mendapat berkat apapun kalau tidak diniatkan untuk mencari mardhotillah. Allah Taala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (al-Baqarah [2]:207)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (al-Baqarah [2]:208)&lt;br /&gt;Kedua ayat ini menjelaskan bahwa, orang-orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridhaan Allah Taala adalah orang-orang yang mampu mempersembahkan ketundukan, kepatuhan, keitaatan dan penyerahan diri  yang sempurna kepada Allah Taala dan Rasul-Nya. Apabila ketundukan dan penyerahan diri kepada Allah Taala dan Rasul-Nya tidak diupayakan dengan maksimal, maka ridha Allah Taala pun akan semakin menjauh.&lt;br /&gt;Di dalam Tafsir Kabir dalam kaitannya dengan ayat ini, Hdh. Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad ra menjelaskan: Perhatian mereka adalah hanya untuk mencari kesenangan Tuhan. Mereka telah menyerahkan seluruh jiwanya untuk tujuan itu. Mereka menggunakan berbagai hal di dunia ini bukan karena benda-benda duniawi ini menyenangkan mereka. Akan tetapi karena Hukum Tuhan yang telah membuatnya sebagai sarana pendukung kehidupan sehingga mereka mendapatkan kemudahan di dalam pilihannya untuk mengabdi kepada Tuhan. Dimana mereka meyakini mendapatkan segala sesuatu dari dunia ini tidak atas usahanya sendiri melainkan semuanya berasal dari Tuhan. Untuk berbagai pengabdian kepada-Nya, Tuhan tentu saja yang paling memiliki rasa belas kasih  yang lebih besar kepada mereka, dan rasa belas kasih Tuhan kepada mereka memiliki kelembutan seperti adonan kue dengan ragi yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa adalah ibadah yang sangat private, hanya kita dan Allah Taala sendiri yang tahu. Apa niat kita berpuasa, sejauh mana puasa itu membawa perubahan kepada kondisi spiritual dan kerohanian kita, tidak ada yang tahu melainkan diri kita sendiri dan Allah Taala. Oleh karena itu puasa melatih kejujuran kita. Kalau Allah Taala berfirman puasa itu untuk Aku, maka niat kita haruslah semata-mata untuk mencari kesenangan Allah Taala. Misalnya : Ketika berpuasa dia minum secara diam-diam, tidak ada orang lain yang tahu akan tetapi dia sudah membohongi Tuhan. Bukan orang lain yang dia bohongi akan tetapi Tuhan, karena puasa itu tidak ditujukan kepada siapapun melainkan untuk Tuhan. Jadi mencari ridha Allah artinya bukan mencari kesenangan orang tua, saudara, pimpinan, dll akan tetapi selalu memikirkan tindakan dan amalnya harus menyenangkan Tuhan. Dalam hal-hal lain pun hendaknya demikian. Misalkan tentang menaati Amir (pimpinan), dia taat kepada Amir bukan untuk menyenangkan hati Amir tersebut akan tetapi hanya untuk mengharap kesenangan Allah Taala. Kalau kita bekerja dalam pengkhidmatan terhadap agama, hanya mendasarkan semuanya untuk mencari ridha Allah Taala semata, maka Insya Allah sesuai dengan janji-Nya, wa lâ khoufun ‘alaihim wa lâ hum yahzanûn (tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak pula mereka akan bersedih hati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu kisah yang indah telah dicontohkan oleh seorang Rabia’ah Al-Adawiyyah. Rabi’ah binti Ismail al-Adawiyah tergolong wanita sufi yang terkenal dalam sejarah Islam. Dia dilahirkan sekitar awal kurun kedua Hijrah berdekatan dengan kota Basrah di Iraq. Dia lahir dalam sebuah keluarga yang miskin dari segi kebendaan namun kaya dengan peribadatan kepada Allah. Ayahnya hanya bekerja mengangkut penumpang menyeberangi sungai Dijlah dengan menggunakan sampan. Hidupnya sudah dipersembahkan untuk mengkhidmati Tuhan. Semua yang dilakukannya hanya untuk mengharap ridha Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali karena terkenal dengan kemakbulan doa-doanya banyak orang yang datang untuk memohon doa kepadanya. Sampai pada suatu waktu ada seorang yang sakit datang minta didoakan supaya segera sembuh dari sakitnya. Dan beberapa waktu kemudian dia datang kembali dalam keadaan telah sembuh dari sakitnya. Setelah mengucapkan terima kasih, dia bertanya : Wahai Rabiah, engkau adalah seorang hamba yang dekat degan Tuhan, sehingga doa-doamu selalu diijabah oleh-Nya. Akan tetapi saya heran, mengapa engkau sendiri dalam keadaan sakit-sakitan yang memprihatinkan sedangkan engkau dan doa-doamu telah banyak membawa kesembuhan bagi orang lain. Apakah doamu untuk dirimu sendiri tidak didengar oleh Tuhan? Lalu Rabiah menjawab : Aku tidak pernah berdoa kepada Tuhan untuk menyembuhkan sakitku, karena aku takut kondisi seperti inilah yang memang Tuhan kehendaki dariku. Kalau aku berdoa untuk kesembuhanku berarti aku tidak mencari keridhoan Tuhan. Biarlah aku dalam kondisi seperti ini, asalkan Tuhan ridho terhadapku .Demikianlah sebuah teladan bagi kita tentang mencari ridha Allah Taala karena masalah ini adalah masalah yang sangat latif (halus). Bagi seorang Rabiah Al-Adawiyyah, berdoa untuk memohon kesembuhan untuk dirinyapun takut dipanjatkannya, karena takut bertentangan dengan keridhaan Tuhan. Maksudnya kalau Tuhan akan memberikan kesembuhan, biarlah Dia berikan kesembuhan kapan pun Dia mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga Rabiah pun biasa mendoa kepada Tuhannya : “Ya Allah jika aku menyembah-Mu karena takut terhadap api neraka-Mu maka bakarlah aku di dalamnya! Dan jika aku menyembah-Mu karena tamak kepada surga-Mu maka haramkanlah aku daripadanya! Tetapi jika aku menyembah-Mu kerana kecintaanku kepada-Mu maka berikanlah aku balasan yang besar, berilah aku kesempatan untuk melihat wajah-Mu yang Maha Besar dan Maha Mulia itu.”&lt;br /&gt;Dan doanya lagi : “Wahai Tuhanku! Malam yang akan pergi dan siang pula akan mengganti. Wahai malangnya diri! Apakah Engkau akan menerima malamku ini supaya aku merasa bahagia ataupun Engkau akan menolaknya maka aku diberikan perjumpaan? Demi kemuliaan-Mu, jadikanlah caraku ini kekal selama Engkau menghidupkan aku dan bantulah aku di atasnya. Demi kemuliaan-Mu, jika Engkau menghalauku daripada pintu-Mu itu, niscaya aku akan tetap tidak bergerak juga dari situ disebabkan hatiku sangat cinta kepada-Mu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Idris-Ramadhan 1429 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-1031324489455111876?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/1031324489455111876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=1031324489455111876' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/1031324489455111876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/1031324489455111876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/09/puasa-ramadhan_26.html' title='Puasa Ramadhan'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-2518514838670925657</id><published>2008-09-19T21:31:00.002-05:00</published><updated>2008-09-19T21:36:58.376-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='I&apos;tikaf di bulan Ramadhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunnah I&apos;tikaf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='I&apos;tikaf'/><title type='text'>Cara I'tikaf</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;(Mau Tahu Bagaimana Caranya I'tikaf? Simak Artikel Ini)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Petunjuk Pelaksanaan I’tikaf&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sesuai dengan sunnah YM Rasulullah saw, I’tikaf biasanya beliau lakukan di dalam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Hal ini sesuai dengan bunyi matan beberapa riwayat hadits berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. 'Aisyah Radliyallaahu 'anha berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bila   memasuki sepuluh hari -- yakni sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan-- mengencangkan kain sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya. HR Bukhari-Muslim. (Kitab Hadits Bulughul Maram)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anha bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam selalu beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri-istri beliau beri'tikaf sepeninggalnya. HR Bukhari-Muslim. (Kitab hadits Bulughul Maram)&lt;br /&gt;3. Abdullah bin Umar r.a. berkata, "Rasulullah biasa melakukan i'tikaf pada sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan."(HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Aisyah r.a. istri Nabi mengatakan bahwa Nabi saw. selalu beri'tikaf pada sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan sehingga Allah mewafatkan beliau. Setelah itu para istri beliau beri'tikaf sepeninggal beliau.(HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan YM Rasulullah saw selalu melaksanakan I’tikaf di dalam masjid. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلا تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu campuri mereka itu (istri-istrimu), sedang kamu beri`tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.(al-Baqarah [2]:187)&lt;br /&gt;Para mu’takif yang melaksanakan I’tikaf di masjid dapat menggunakan tenda-tenda dari kain untuk dijadikan ruang pelaksanaan I’tikafnya sehingga tidak saling mengganggu peserta I’tikaf yang lainnya. Hal ini juga sesuai dengan bunyi terjemah matan hadits berikut ini :&lt;br /&gt;Aisyah r.a. berkata, Nabi beri'tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari bulan Ramadhan. Maka, saya buatkan untuk beliau sebuah tenda. Setelah shalat subuh, beliau masuk ke dalam tenda itu. (HR Bukhari)&lt;br /&gt;Sehingga sesuai dengan arti dari I’tikaf yaitu berhenti atau berdiam diri, maka para mu’takif yang sedang melaksanakan I’tikaf hendaknya menghentikan diri dari semua aktifitas duniawi selama sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, dan memanfaatkan waktunya semaksimal mungkin untuk beribadah kepada Allah Ta’ala dengan memperbanyak tadarus serta tadabbur al-Quran, berdzikir Ilahi, sholat-sholat sunnah maupun nafal, dan kegiatan ibadah lainnya yang bertujuan untuk menambah kedekatan hubungan dengan Allah Ta’ala. Hal ini sesuai dengan hadits berikut ini :&lt;br /&gt;Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Adalah Rasulullah saw., beliau bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, tidak seperti pada hari lainnya. (Shahih Muslim No.2009)&lt;br /&gt;Para mu’takif juga tidak diperkenankan mengerjakan hal-hal yang sia-sia selama pelaksanaan I’tikaf, misalnya : banyak bicara dan berbincang-bincang dengan peserta yang lain, bersenda gurau atupun bercanda, berbuat gaduh, dll. Sesuai dengan keterangan hadits berikut ini, maka para mu’takif harus benar-benar memanfaatkan waktunya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala dan banyak melakukan muhasabah diri. Di dalam sebuah hadits diriwayatkan :&lt;br /&gt;'Aisyah Radliyallaahu 'anha berkata: Disunahkan bagi orang yang beri'tikaf untuk tidak menjenguk orang sakit, tidak melawat jenazah, tidak menyentuh perempuan (istri) dan tidak juga menciumnya, tidak keluar masjid untuk suatu keperluan kecuali keperluan yang sangat mendesak, tidak boleh i'tikaf kecuali dengan puasa, dan tidak boleh i'tikaf kecuali di masjid jami'. Riwayat Abu Dawud. Menurut pendapat yang kuat hadits ini mauquf akhirnya. (Kitab Hadits Bulughul Maram)&lt;br /&gt;Bahkan di dalam hadits tersebut disunahkan ketika dalam pelaksanakan I’tikaf untuk tidak menjenguk orang sakit, melawat jenazah, dll walaupun bunyi matan hadits tersebut juga bukan artinya melarang untuk melakukan hal-hal tersebut. Hanya kalau memang tidak benar-benar bersifat darurat dan sangat mendesak maka diusahakan agar para mu’takif tetap berkonsentrasi dalam pelaksanaan I’tikafnya di masjid.&lt;br /&gt;Hal penting lainnya yang harus dipahami oleh para peserta I’tikaf adalah, karena dalam pelaksanaan I’tikaf ini dilakukan bersama-sama dengan para mu’takif yang lain, maka masing-masing peserta harus dapat saling menjaga ketenangan dalam pelaksanaan ibadahnya. Dalam pelaksanaan ibadah pun tidak boleh sampai mengganggu peserta I’tikaf yang lain, misalnya : tilawat al-Quran dengan suara yang sangat nyaring, dll. Hal ini akan berpotensi mengganggu ketenangan dan kekhusyukan pelaksanaan ibadah dari para peserta I’tikaf yang lain.&lt;br /&gt;Semoga Allah Ta’ala meridhoi dan memberkati pelaksanaan I’tikaf di bulan Ramadhan 1429 H ini dengan keberkatan dan karunia yang berlimpah. Amiin&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Panitia I’tikaf Masjid Al-Hidayah-Ramadhan 1429 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-2518514838670925657?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/2518514838670925657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=2518514838670925657' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/2518514838670925657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/2518514838670925657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/09/cara-itikaf.html' title='Cara I&apos;tikaf'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-7589012860771260617</id><published>2008-09-17T22:41:00.002-05:00</published><updated>2008-09-17T22:54:11.601-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memilih usaha tepat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kiat wirausaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kiat sukses bisnis'/><title type='text'>Tips Sukses</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana Memilih Usaha Yang Tepat &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya cari-cari di internet mengenai kiat-kiat usaha dan beberapa buku mengenai wiraswasta atau wirausaha, dapat disimpulkan bahwa untuk "memilih usaha apa yang tepat" bukanlah awal yang penting, tapi "keberhasilan memulai usaha itu" adalah suatu hal yang paling penting untuk kita cermati lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa memulai suatu usaha, tentunya suatu usaha yang baik dan sesuai dengan kemampuan dan kesenangan pribadi !. Nah agar ada keberhasilan dalam memulai suatu usaha, tentunya harus ada faktor yang mempengaruhinya. Yaitu,pertama adalah faktor peluang dan yang kedua adalah faktor kesiapan dan kesigapan diri untuk dapat segera memanfaatkan peluang tersebut. Demikian jawaban Ir. Achsan Permas, M.B.A. salah satu  pengajar Lembaga PPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua faktor tersebut saling berkait atau sulit dipisahkan. Jika kita hanya memiliki  salah satu faktor saja, maka kita akan sulit untuk segera memulai usaha. Misalnya ada peluang usaha, namun kita tidak mempunyai kesiapan modal, atau keahlian yang kita miliki tidak cocok dengan peluang tersebut. Maka jelas kita tidak bisa segera memanfaatkan peluang tersebut. Atau kita mempunyai kesiapan modal dan keahlian, namun peluang usaha yang ditunggu-tunggu tidak pernah kunjung datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa hubungannya antara kedua faktor tersebut diatas dengan pertanyaan sebelumnya mengenai "Bagaimana memilih usaha yang tepat ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah disimpulkan diatas bahwa keberhasilan usaha bukanlah ditentukan oleh pilihan, namun memulai usaha itulah yang lebih penting. Nah dengan menerapkan kedua faktor itu marilah kita memulai usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTAMA, MENILAI KEMAMPUAN PRIBADI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan tentang bakat kepribadian yang diperlukan untuk mencapai sukses dalam berbisnis. Apa yang telah kita miliki, apa keahlian kita, apa motivasi kita, kesigapan apa yang ada pada diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pernah baca artikel mengenai pembuat TAS yang berhasil dari Tajur, Bogor. Sebelumnya dia adalah pengrajin sepatu dan sempat dikirim kePerancis oleh perusahaanya tempat bekerja. Namun ternyata diPerancis dia lebih tertarik dengan bermacam-macam tas yang ada dietalase toko-toko yang ada di Perancis. Setelah pulang dari Perancis. Bukannya membuat sepatu diperusahaan tempatnya bekerja, malah dengan ketekatannya, beliau keluar dari perusahaan dan membuat kerajinan Tas sendiri, seperti apa yang ia idam-idamkan. Setelah dipasarkan kesana kemari, sekarang showroomnya di Bogor setiap Sabtu dan Minggu berjubel peminatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbekal keahlian, motivasi, kemauan maka itu merupakan modal untuk memulai mengembangkan usaha. Jadi kalau ingin memilih usaha yang tepat, maka mulailah usaha dari apa yang anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA, BAGAIMANA MENCARI PELUANG USAHA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang usaha sangat banyak disekitar kita. Mulai dari usaha bermodal dengkul sampai usaha yang memerlukan modal tidak sedikit. Dari usaha jual obat dipinggir jalan sampai jual obat di mall dan apotek. Jadi janganlah Anda berpikir saya belum berusaha karena belum ada peluang. Padahal pada umumnya dikarenakan Anda tidak siap atau tidak sigap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mudahnya, marilah kita lihat disekitar keliling kita sumber-sumber peluang usaha untuk kita kenali, pelajari dan kita kembangkan lebih lanjut, sehingga kita mempunyai beberapa pilihan usaha yang kita minati dan sesuai kemampuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sumber peluang usaha misalnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku daftar telepon. Biasa juga disebut buku kuning yang memuat daftar produk atau jasa yang berhubungan dengan usaha kecil. Misalnya Anda berminat dengan perkebunan, maka Anda akan mendapatkan semua klasifikasi yang berhubungan dengan berkebun seperti jenis bunga, arsitek penataan kebun, obat-obatan untuk tanaman dll. Buat daftar mana saja yang Anda sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran &amp;amp; Majalah. Anda dapat berlangganan koran atau tabloid yang sering menginformasikan berbagai ide dan peluang usaha, dan juga iklan-iklan yang menawarkan kerja sama dll. Jika Anda membacanya, pikirkanlah peluang bisnis yang ada atau kecenderungan usaha yang mungkin dapat Anda kembangkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hobi &amp;amp; bepergian. Kapan saja Anda bepergian lihat sekeliling dimana Anda berada. Toko-toko pakaian, makanan, bengkel, kerajinan, mebel dan lain sebagainya. Jika Anda menemui sesuatu yang menarik, cobalah Anda tanya dan berdiskusi dengan pemilik usaha tersebut, darimana produknya disuplai, apa usahanya cukup maju, apakah barang yang Anda lihat banyak peminat atau tidak dll. Tehnik bertanyanya terserah Anda, apa pura-pura membeli, menawar, memuji keindahannya, komentar kok pelanggannya banyak dlsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungi Toko Buku. Toko buku selain tempat untuk membeli berbagai buku bacaan atau keperluan sekolah. Namun banyak juga toko buku yang menjual buku berbagai ide usaha. Coba anda lihat-lihat atau minta catalog buku. Mungkin saja ada buku yang memberi ide usaha untuk Anda lakukan. Untuk mudahnya agar tidak semua buku Anda borong, sebaiknya catat saja dahulu judul-judul yang memberikan ide usaha kepada Anda. jika Anda sudah menyeleksi dan mempunyai beberapa pilihan yang paling mendekati keinginan Anda, barulah dibeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman atau kenalan. Bersilahturahmi kepada teman-teman adalah pekerjaan yang baik sekali dan dianjurkan oleh agama islam. Beritahu mereka tentang minat Anda mencari produk atau usaha tertentu. Tanyakan pada mereka apa yang mereka lakukan. Kalau mereka bergelut dalam dunia bisnis tanyakan bagaimana kondisi terakhir dunia perbisnisan, tanyakan bagaimana mereka memulai bisnis, bagaimana rencana masa depan , bagaimana mereka menilai kebutuhan pasar. Jika usaha yang Anda minati ada diantara mereka, cobalah dekati mereka lebih dalam, misalnya ajak mereka makan siang atau malam, bertamu kerumahnya, berkunjung ketempat usahanya dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak sumber-sumber informasi peluang yang bisa Anda jajaki, misalnya perpustakaan, distributor, pedagang grosir, pasar, mall, pelanggan dari suatu perusahaan, berbagai ekspor/import, jasa informasi produk lisensi, internet, pameran, bazar, seminar, supermarket dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, agar usaha mencari peluang usaha ini tidak sia-sia, maka setiap ada jenis usaha, jasa atau produk yang Anda temui dan minati, semua itu harus dicatat. Kemudian suatu saat kita lakukan beberapa ketentuan atau kriteria untuk segera mengambil keputusan yang paling tepat atau mendekati pilihan Anda. Tanpa Anda melakukan ini, maka Anda akan terjebak terus untuk mencari peluang usaha. Sehingga jika bertemu teman lama, Anda masih berstatus PENGANGGURAN. Dan kalau Anda ditanya Anda selalu berkata "Saya belum mendapat PELUANG", belum ada usaha yang COCOK dan berbagai alasan lainnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETIGA, KRITERIA MEMILIH PELUANG USAHA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sudah mempunyai daftar beberapa peluang usaha yang sudah Anda survey dengan baik. Maka sudah waktunyalah Anda untuk menentukan pilihan usaha apa yang akan Anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Anda menentukan peluang usaha apa, maka cobalah beberapa kriteria analisis ini disimak dahulu untuk memudahkan peluang usaha mana yang akan Anda pilih :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa Modal. Berapa besar modal yang diperlukan untuk bisnis tersebut. Berapa modal yang Anda miliki. Kalau masih kurang, adakah modal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa Penghasilan. Berapa besar keuntungan yang bisa diperoleh dari usaha tersebut. Berapa besar kebutuhan hidup Anda. Kalau masih kurang, masih bisakah cari tambahan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa Sektor Usaha. Apakah sektor ini merupakan salah satu keinginan Anda. Beri urutan, dimana usaha yang paling Anda minati diurutan atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa Jam Kerja. Apakah usaha ini akan menyita habis waktu Anda dan keluarga Anda. Atau waktunya normal (jam 08 s/d jam 17), atau waktunya bisa Anda atur sendiri. Tujuh hari atau lima hari seminggu atau terserah Anda untuk mengaturnya berapa hari perminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa prospek. Pelajari keadaan usaha sejenis tersebut saat ini dan masa depan. Dari sekian daftar usaha, mana yang paling memberikan prospek baik saat ini maupun masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi ktritea lain yang Anda sendiri bisa tentukan. Setelah itu buatlah daftar peluang usaha apa saja yang Anda temukan sesuai dengan kemampuan diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEEMPAT. PILIHAN TERAKHIR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anda mempunyai urutan atau score/nilai daftar beberapa peluang usaha. Kemudian  pilihlah 3 (tiga) peluang mana yang paling sesuai memenuhi kondisi, minat, kemampuan dan kesigapan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum penentuan pemilihan terakhir, cobalah periksa kembali kriteria dari setiap pilihan. Tanyakan kepada beberapa teman, mintalah pendapatnya dari ketiga usaha tersebut mana yang paling cocok buat Anda dan beserta alasan.  Ingat, apapun pendapat teman Anda, yang menjadi pertimbangan utama Anda adalah tetap KEMAMPUAN dan KEINGINAN ANDA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mudah-mudahan dengan beberapa metode diatas Anda semua sudah bisa segera memulai usaha. Sekarang terserah Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa yang ditulis oleh Ir. Achsan Permas, M.B.A. Lakukanlah pilihan usaha Anda. Sambil berjalan, usahankan untuk melakukan pengembangan usaha tersebut, terus kembangkan keahlian dan kesigapan Anda, sehingga Anda akan selalu siap dan sigap dalam menangkap peluang yang ada, yang kadang-kadang tidak dapat diduga datangnya. Contohnya krisis moneter saat ini yang merupakan peluang bagi para pengeksport hasil bumi nusantara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://wirausaha.itgo.com/milih_usaha.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-7589012860771260617?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/7589012860771260617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=7589012860771260617' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/7589012860771260617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/7589012860771260617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/09/tips-sukses_17.html' title='Tips Sukses'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-2536443255307434665</id><published>2008-09-16T22:31:00.002-05:00</published><updated>2008-09-16T22:36:08.778-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FPI demo Kedubes Arab Saudi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahmadiyah naik haji ke Mekkah'/><title type='text'>Berita Nusantara</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;FPI  demo Kedubes Arab Saudi karena selama ini  Jama'ah Ahmadiyah selalu naik haji ke Mekkah. Ini beritanya :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Selasa, 16/09/2008 10:58 WIB&lt;br /&gt;  Demo Kedubes Arab Saudi, FPI Minta Ahmadiyah Tak Dihajikan&lt;br /&gt;  Novia Chandra Dewi - detikNews&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Jakarta - Iring-iringan 15 motor dan 1 mobil pick up penuh stereo set rombongan Front Pembela Islam (FPI) tiba di Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi. Massa FPI meminta jemaat Ahmadiyah tak diizinkan beribadah haji.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  Sebanyak 50 anggota FPI datang dari markasnya di Petamburan, Jakarta Barat ke Kedubes Arab Saudi, Jalan MT Haryono, Jakarta, Selasa (16/9/2008) pukul 10.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Kita memprotes orang-orang Ahmadiyah untuk berangkat haji. Karena kuota kaum muslim diganti dengan kaum Ahmadiyah," ujar Ustad H Jafar Sidik dalam orasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Mereka juga meminta pemerintah Indonesia dan Arab Saudi mencekal jemaat Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Kami meminta mencekal anggota Ahmadiyah yang sudah mendaftarkan haji dan tidak memberikan visa buat mereka. Supaya mereka tidak menginjak kota Mekah dan Madinah," teriak Jafar yang langsung disambut teriakan takbir para anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tak hanya itu, mereka juga membagi-bagikan selebaran yang berisi tuntutannya. Dalam selebaran itu, mereka juga memprotes berangkatnya anggota Komisi VIII Theodorus JK, yang nonmuslim, memantau pelaksanaan haji di Arab Saudi pada tahun 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Para anggota FPI yang berdiri di pagar Kedubes Arab Saudi dikawal 50 personel kepolisian dan petugas keamanan dalam dari Kedubes. Demo ini menutup 1 lajur dari 3 lajur ke arah Kuningan, sehingga lalu lintas tersendat.(nwk/ asy)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;http://www.detiknew s.com/read/ 2008/09/16/ 105841/1006952/ 10/demo-kedubes- arab-saudi, -fpi-minta- ahmadiyah- tak-dihajikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-2536443255307434665?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/2536443255307434665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=2536443255307434665' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/2536443255307434665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/2536443255307434665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/09/berita-nusantara.html' title='Berita Nusantara'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-8108057160344584375</id><published>2008-09-16T00:21:00.002-05:00</published><updated>2008-09-16T00:50:12.698-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download lagu Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagu Indonesia populer'/><title type='text'>Download</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SM9ItgNodaI/AAAAAAAAACw/vZx8JATB7zs/s1600-h/changcuters.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SM9ItgNodaI/AAAAAAAAACw/vZx8JATB7zs/s320/changcuters.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246492037488342434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Download Lagu-lagu Indonesia Terbaru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Dapatkan lagu-lagu Indonesia terbaru dengan cara mudah. Download dengan meng-klik judul lagu dibawah ini :&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/37759447/4f3eb321/The_Changcuters_-_Racun_Dunia.html?s=1"&gt;The Changcuters-Racun Dunia&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/48205192/a2472383/DMassive_-_Diantara_Kalian.html?s=1"&gt;D'Massive-Dianatara kalian.mp3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/30620453/909b38c8/Juliette_-_Bukannya_Aku_Takut.html?s=1"&gt;Juliette-Bukannya Aku Takut.mp3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/47993146/a4702450/Jikustik_-_Dia_Harus_Tahu.html?s=1"&gt;Jikustik-Dia Harus Tahu.mp3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/48945712/f154833a/Kangen_Band-Kembali_Pulang.html?s=1"&gt;Kangen Band-Kembali Pulang.mp3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-8108057160344584375?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/8108057160344584375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=8108057160344584375' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/8108057160344584375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/8108057160344584375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/09/download.html' title='Download'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SM9ItgNodaI/AAAAAAAAACw/vZx8JATB7zs/s72-c/changcuters.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-1235811381538000027</id><published>2008-09-15T23:34:00.003-05:00</published><updated>2008-09-15T23:41:06.242-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toleran pada Ahmadiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nahdhatul Ulama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muslim moderat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam Kita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gus Mis'/><title type='text'>Islam Toleran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SM84VNXPqFI/AAAAAAAAACo/h2pgczMkRqk/s1600-h/gusmis1.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SM84VNXPqFI/AAAAAAAAACo/h2pgczMkRqk/s320/gusmis1.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246474027925481554" /&gt;&lt;/a&gt;Toleran pada Ahmadiyah  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Zuhairi Misrawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat sejumlah kelompok umat Islam di Jawa Barat mendesak pemerintah untuk membubarkan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), sejumlah cendekiawan, aktivis, dan pakar hukum meminta pemerintah agar membela hak warga negara JAI (14/4). Sebab sejak 1925, JAI lahir sebagai bagian dari proses pembentukan bangsa ini. Mereka mempunyai program kemanusiaan, mengedepankan kedamaian dan yang terpenting tidak pernah melakukan tindakan kriminal yang merugikan publik.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dua kenyataan tersebut membuktikan dua fenomena yang sedang berkontestasi, yaitu “intoleransi” versus “toleransi”. Sebagian kelompok di luar JAI, khususnya sebagian ulama di Jawa Barat masih bersikukuh mengeklusi mereka dari komunitas Muslim sebagai penjabaran atas fatwa sesat yang diterbitkan MUI. Sedangkan sebagian kelompok yang lain membela hak-hak warga negara JAI di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan JAI berusaha untuk membuka diri dengan cara mengenali sosio-kultur masyarakat Muslim di Tanah Air. Kunjungan PB JAI ke pesarean pendiri NU, KH. Cholil Bangkalan dan KH. Hasyim Asy’ari beberapa waktu lalu merupakan salah satu tahapan menuju toleransi dua arah, yaitu toleransi dialogis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan tersebut cukup beralasan, karena dari sekian Ormas yang relatif bersikap toleran adalah kalangan NU. Setidaknya, sejauh ini tidak mengeluarkan pernyataan publik sekeras beberapa Ormas lainnya. NU berusaha melihat Ahmadiyah sebagai warga negara yang mempunyai hak yang sama dalam konteks berbangsa dan bernegara. Sebagiamana diungkapkan oleh KH. Masdar F. Mas’udi dalam pelbagai kesempatan, bahwa yang harus dikedepankan dalam melihat Ahmadiyah adalah hak-hak mereka sebagai warga negara. Sedangkan perbedaan cara pandang keagamaan, semuanya diserahkan kepada Allah SWT, karena Dialah yang mempunyai hak prerogratif untuk menentukan sesat dan sebaliknya (QS. al-Qalam [68]: 7). Meskipun NU berbeda pandangan dengan Ahmadiyah dalam beberapa hal, maka tidak ada alasan untuk menyesatkan mereka, apalagi menyerangnya. Demikianlah, kira-kira toleransi yang dilakukan oleh sejumlah kalangan NU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca-kunjungan ke kantong-kantong NU, khususnya pesarean para pendiri NU di atas, JAI mulai menempuh dua jalur toleransi yang penting bagi bangsa ini: Pertama, perlunya dialog-dialog kultural yang bersifat intensif dengan masyarakat Muslim lainnya. Hal tersebut diharapkan dapat mengikis kesan eksklusif yang selama ini dikalungkan kepada JAI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, JAI dipahami oleh publik merupakan salah satu komunitas Muslim yang menghargai lokalitas dan kebudayaan, yang merupakan khazanah bangsa ini. Hal ini penting, bahwa perjalanan sejarah umat Muslim di Tanah Air merupakan perjalanan dari proses kontinyuasi yang amat panjang. Karena itu, menghargai lokalitas berarti juga menghargai sejarah bangsa ini, khususnya sejarah yang telah diletakkan oleh para ulama, pendiri bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimbang Kembali Fatwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi, penulis sangat kesulitan memahami gerakan yang diprakarsai oleh sejumlah kelompok, sebab tidak ada alasan untuk bersikap intoleran terhadap JAI. Sebenarnya tidak hanya mereka, MUI juga sebenarnya harus mencabut fatwa sesat yang sudah dijatuhkan pada JAI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, JAI sudah mengeluarkan 12 butir penjelasan yang mempertegas tentang posisi teologis mereka. Di antaranya, JAI menegaskan bahwa pihaknya mengucapkan syahadat sebagaimana umat Muslim lainnya; meyakini Nabi Muhammad SAW sebagai khatam al-anbiya’ (Nabi Penutup); mereka meyakini al-Quran sebagai wahyu; Al-Quran dan Sunnah sebagai sumber ajaran Islam; Hadrat Mirza Ghulam Ahmad adalah guru dan mursyid (bukan nabi); buku Tadzkirah bukanlah kitab suci, melainkan catatan pengalaman rohani Mirza Ghulam Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa poin di atas sebenarnya membuktikan perihal keberislaman warga JAI. Keyakinan mereka secara eksplisit tidak berbeda dengan umat Islam pada umumnya, khususnya kalangan Ahlussunnah wal Jamaah. Perbedaan bisa dikatakan hanya bersifat sekunder-partikular (furu’iyyah) dan bukan primer-fundamental (ushuliyyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks fatwa sesat MUI dan pernyataan sejumlah tokoh, agar Ahmadiyah membuat agama baru, dengan sendirinya sudah terjawab secara tuntas dengan 12 butir di atas. Konsekuensinya, MUI sebenarnya secara moral berkewajiban untuk mencabut fatwa sesat, karena sesuai kacamata hukum Islam, bahwa ‘illat (kausa) dari vonis sesat atas Ahmadiyah sudah tidak ada lagi. Kausa yang selama ini dijadikan alasan untuk mengeluarkan fatwa sesat sudah dijawab dengan terang-benderang, bahwa akidah Ahmadiyah sebagaimana Akidah Ahlussunnah wal Jamaah pada umumnya. Mereka juga berpegang teguh ada al-Quran dan Hadis Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaidah fikih disebutkan, sebuah hukum bisa berlaku dan tidak berlaku sesuai dengan kausanya (‘illat), yang biasa dikenal dengan al-hukmu yaduru ma’a al-‘illat wujudan wa ‘adaman. Di samping itu, menurut Prof. Dr. Khaled Aboue el-Fadl (2003) dalam Speaking in God’s Name, dalam memutuskan sebuah hukum, harus didasarkan pada prinsip kejujuran, kecerdasan, keakuratan, pengendalian diri/tidak emosional dan kemenyeluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi dari beberapa dasar hukum tersebut, maka tidak ada alasan untuk tidak mencabut fatwa sesat atas Ahmadiyah. Sebaliknya, bila hal ini tidak dilakukan, maka akan menjadi preseden buruk dalam penentuan sebuah fatwa. Fatwa tidak dikeluarkan berdasar kausa dan objek masalah, melainkan karena subjektivitas kepentingan tertentu. Fatwa tidak berdasarkan pemahaman yang otoritatif terhadap agama, melainkan berdasarakan otoritas yang otoriter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran seperti ini pernah disampaikan oleh Abid al-Jabiry, pemikir Muslim asal Maroko (2007) dalam tulisannya, al-fatwa wa al-jahl al-murakkab (Fatwa dan Kebodohan yang Sempurna), karena menurut dia belakangan ini kerapkali muncul fatwa keagamaan yang tidak berdasarkan otoritas keilmuan (ishdar al-fatwa min ghayr ‘ilmin). Fatwa kehilangan auranya sebagai menekanisme penentuan hukum yang menjunjung tinggi kedalaman ilmu menjadi mekanisme yang menjunjung tinggi kedangkalan dalam beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, umat Muslim mempunyai tanggungjawab yang amat besar agar agama dibangun di atas ilmu dan amal shaleh. Tanpa keduanya, peradaban Islam akan berada di ambang kehancuran. Oleh karena itu, berkaitan dengan sejumlah kekhawatiran dan kritik di atas, MUI mestinya menjadikan fatwa sebagai momentum untuk mewujudkan ukhuwwah islamiyyah (persaudaraan islami), bukan ‘adawah madzhabiyyah (pertentangan antar aliran/kelompok). Toleransi yang dibangun di atas kehendak untuk menghargai, menerima dan menghormati pendapat orang lain sejatinya dapat dijadikan landasan setiap fatwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, JAI dalam menghadapi fatwa dan penyerangan sejumlah pihak bersifat kooperatif. Dalam konteks kebangsaan, mereka senantiasa mengikuti proses hukum yang berlaku, termasuk tatkala kantor dan kantong-kantong mereka diserang oleh beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab. Sebagai korban, pihak yang diserang dan dirugikan, mereka memilih jalur hukum sebagai jalan keluar untuk menyelesaikan masalah yang menimpa mereka. Padahal mereka dirugikan, baik secara material maupun immaterial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini merupakan teladan dalam konteks membangun demokrasi di Tanah Air. Di tengah proses penegakan hukum yang terseok-seok, dan kuatnya tarikan kekuasaan dalam ranah hukum, maka langkah yang diambil JAI merupakan cara-cara yang sesuai dengan nafas demokratisasi dan reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, JAI—sejak awal kedatangannya di Tanah Air—senantiasa mengampanyekan dan mempraktekkan pesan anti-kekerasan, sebagaimana prinsip yang mereka pedomani, love for all hatred for none (cinta untuk semua dan tanpa ancaman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu, mereka yang sejauh ini diusir dan diserang, justru tidak melakukan balas dendam serupa. Mereka bukan tidak mampu, tapi prinsip anti-kekerasan menjadi salah satu keyakinan yang harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana Islam sendiri berarti kedamaian dan ketundukan kepada Tuhan. Rasulullah SAW bersabda, Islam yang paling baik adalah menebarkan perdamaian dan memberi makan, baik kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga hal di atas, merupakan beberapa alasan penting kenapa kita harus toleran terhadap JAI. Semua pihak harus berbesar hati untuk merangkul, bukan memukul, apalagi sesama warga Muslim. Lebih-lebih sebagai sesama warga negara, yang memedomani Pancasila sebagai landasan dalam berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, saatnya kita mereaktualisasikan pesan para pendiri NU, bahwa toleransi merupakan sesuatu yang esensial dalam agama. Toleransi merupakan pilar dalam beragama (ukhuwwah islamiyyah), pilar dalam berbangsa (ukhuwwah wathaniyyah) dan pilar dalam berinteraksi sesama manusia (ukhuwwah basyariyyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zuhairi Misrawi, Direktur Moderate Muslim Society (MMS)&lt;br /&gt;http://www.moderatemuslim.net/mms/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=17&amp;amp;Itemid=1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-1235811381538000027?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/1235811381538000027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=1235811381538000027' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/1235811381538000027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/1235811381538000027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/09/islam-toleran.html' title='Islam Toleran'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SM84VNXPqFI/AAAAAAAAACo/h2pgczMkRqk/s72-c/gusmis1.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-2653951684763571152</id><published>2008-09-15T23:15:00.004-05:00</published><updated>2008-09-15T23:22:35.015-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nahdhatul Ulama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUI disusupi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hasyim muzadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam transnasional'/><title type='text'>Islam Transnasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:bBLKKTT4cqLhYM:http://jaynoery.files.wordpress.com/2008/03/nu-warna.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:bBLKKTT4cqLhYM:http://jaynoery.files.wordpress.com/2008/03/nu-warna.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;PBNU: MUI Telah ‘Dimasuki’ Kelompok Islam Transnasional&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sabtu, 17 Mei 2008 09:30&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jakarta, NU Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyatakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah ‘dimasuki’ orang-orang dari kelompok Islam berhaluan transnasional (gerakan politik antarnegara). Hal itu terjadi saat era reformasi dan ideologi dari luar dibiarkan bebas masuk ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itulah, kata Hasyim, bangsa Indonesia, khususnya umat Islam, mulai mengenal gerakan Islam liberal dan Islam garis keras. “Mulai itulah, kita mengenal, misal, Jaringan Islam Liberal, Al-Qaeda, Majelis Mujahidin, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, dan sebagainya,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasyim mengungkapkan hal itu saat menerima 40 pastur se-Indonesia yang tergabung dalam Unio Indonesia di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat (16/5) kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden World Conference on Religions for Peace itu menjelaskan, masuknya gerakan Islam transnasional itu jelas sangat berpengaruh pada MUI. Pasalnya, ia mengakui, akhir-akhir ini lembaga independen tersebut kerap mengeluarkan keputusan terkait masalah agama yang kontroversial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat masuknya kelompok Islam transnasional itu pula, ungkapnya, MUI menjadi seakan-akan tak memahami keberagaman yang ada di negeri ini. Demikian pula seolah tak mengerti bahwa Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dibangun atas dasar keberagaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“MUI sekarang menjadi ‘pelangi’ (baca: terdiri dari beragam kelompok Islam). MUI tidak seperti dulu yang hanya dihuni NU dan Muhammadiyah. Kalau dulu, MUI tidak ada masalah dalam menyelesaikan masalah bangsa, terutama yang berkaitan dengan agama,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya Hasyim, kelompok Islam transnasional itu tidak akan menjadi masalah jika mereka tak mencampuradukkan antara ajaran Islam dengan gerakan politik yang berkembang di negara asal. “Masalahnya, mereka juga bergerak sebagai gerakan politik, tidak murni mendakwahkan Islam sebagai ajaran,” pungkasnya. (rif)&lt;br /&gt;http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&amp;amp;menu=news_view&amp;amp;news_id=12680&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-2653951684763571152?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/2653951684763571152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=2653951684763571152' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/2653951684763571152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/2653951684763571152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/09/islam-transnasional.html' title='Islam Transnasional'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-5169284778099924107</id><published>2008-09-15T23:07:00.001-05:00</published><updated>2008-09-15T23:11:01.125-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gus Dur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HARLAH NU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gus Mus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KH.Abdurrahman Wahid'/><title type='text'>Opini Gus Dur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SM8xbY7hYzI/AAAAAAAAACg/oDXpvPu2f44/s1600-h/Gusdur%26GusMus.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SM8xbY7hYzI/AAAAAAAAACg/oDXpvPu2f44/s320/Gusdur%26GusMus.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246466437528249138" /&gt;&lt;/a&gt;Peringatan Harlah NU ke-82&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Islam Ngotot Muncul dari Kota&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, wahidinstitute.org&lt;br /&gt;Presiden Republik Indonesia ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan pengasuh Ponpes Raudhatut Thalibin Rembang Jawa Tengah KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) didaulat menjadi narasumber pada peringatan&lt;br /&gt;Harlah NU ke-82 bertema Sufi dan Toleransi di Indonesia, yang diselenggarakan the WAHID Institute di Kantor the WAHID Institute Jl. Taman Amir Hamzah No. 8 Matraman Jakarta, Senin (28/01/2008).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada acara yang dipandu Direktur Eksekutif the WAHID Institute Ahmad Suaedy ini, tampak hadir mantan juru bicara Gus Dur Adhie M Massardi, penyanyi Franky Sahilatua, Sekjen DPP PKB Yenny Wahid, anggota FKB Badriyah Fayumi, dan aktivis HAM MM Billah. Tampak juga aktivis dari berbagai agama dan lembaga sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam orasinya, Gus Dur mengingatkan, Islam mengajarkan toleransi dan memberi penghargaan yang tinggi kepada umat agama lain. Ini, antara lain, didasarkan pada Qs. al-Kafirun: 6: lakum dinukum waliya din/bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini kata Tuhan, bukan siapa-siapa,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Gus Dur, keberagaman agama-agama itu telah ada sejak dahulu kala, yang karenanya tidak seharusnya diseragamkan. Yang terpenting untuk menyikapinya, imbuh Gus Dur, adalah seperti yang diajarkan Empu Tantular 8 abad silam pada masa awal Kerajaan Majapahit, yaitu bhinneka tunggal ika/berbeda-beda tetap satu jua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini yang harus kita pegangi. Jangan mencari perbedaannya, tapi carilah persamaannya,” pesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, menurut Gus Dur, apa yang dilakukan kelompok Islam keras dengan menuntut penyeragaman, itu tidak bisa dibenarkan. “Saya rasa, saya sependapat bahwa semuanya ini terjadi karena mereka nggak paham ajaran agama,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur lantas mengaitkan ketidakpahaman pada ajaran agama ini dengan keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 1986, yang mengharamkan kaum muslim mengucapkan selamat natal pada orang Kristen. Hingga kini, Gus Dur mengaku tidak mengerti apa landasan MUI mengeluarkan keputusan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“MUI bilang, orang Kristen percaya Nabi Isa itu Tuhan. Itu kan urusan mereka. Masak kita ngurusin itu. Simpel to?,” kata Gus Dur. “al-Qur’an sendiri kan bilang salamun ‘alaihi yauma wulid (mudah-mudahan kedamaian atas Jesus pada hari kelahirannya). Wong al-Qur’annya saja membolehkan, kok manusianya melarang,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur juga mengritik kelompok Islam tertentu yang begitu mudahnya mencap kafir kelompok Nasrani dan Yahudi. Jika al-Qur’an menyebut kata kafir, kata Gus Dur, itu tidak diarahkan pada Nasrani maupun Yahudi, karena mereka memiliki julukan khusus ahlu al-kitab. Karenanya, yang dikatakan kafir itu tak lain musyrik Makkah, yang menyekutukan Tuhan. “Baca gitu aja nggak bisa, ya repot,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara lain, budayawan KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menyatakan, Islam yang ngotot atau Islam pethenthengan, itu muncul dari kota, bukan dari desa. Karena lumrahnya, orang-orang desalah yang masih setia merawat Islam yang toleran, tengah-tengah dan yang tidak ngotot. “Ini yang bikin saya bangga dengan desa. Ini menurut pengamatan saya yang agak lama. Mungkin saya salah,” katanya tawadhu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menyatakan, buku-buku karya Abu al-A’la Maududi, Sayyid Qutub, Hasan al-Banna dan sebagainya, kebanyakan diterjemahkan orang kota. “Saya ndak melihat dari kalangan ndeso atau pesantren yang menerjemahkan buku-buku ini,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang, diakui Gus Mus, kini semangat keberagamaan yang berlebihan justru muncul dari kota. Semisal Kota Jakarta, Bandung, Solo dan sebagainya. Karena demikian menggebu-gebunya dalam beragama, katanya, akhirnya timbul Islam yang ngotot atau pethenthengan itu. “Kalau nggak begini, nggak sesuai mereka, pokoknya jahannam,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Mus menyayangkan semangat orang kota ini, karena acapkali kengototan itu tak dibarengi dengan ketekunan belajar agama. Akhirnya, imbuhnya, terjadi ketidakseimbangan antara semangat keberagamaan dengan pemahamannya terhadap ajaran agama. “Repotnya, lalu mereka merasa seolah-olah mendapat mandat dari Gusti Allah untuk mengatur orang di dunia ini,” kritiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mertua mantan koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar-Abdalla ini juga mengritik perilaku anarkis kelompok Islam tertentu atas kelompok lain yang berbeda, dengan alasan supaya mereka dicintai Allah SWT. Mereka ini, kata Gus Mus, sesungguhnya belum mengenal Allah SWT, karena Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Kasih dan Sayang atas hamba-hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang tidak kenal Gusti Allah tapi ingin menyenangkan-Nya, salah-salah malah mendapat marah-Nya. Jadi tidak logis ada orang mau menyenangkan Allah SWT, tapi tidak mengenal-Nya,” tegas Gus Mus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sejatinya, kata Gus Mus, kelompok Islam yang ngaji agamanya tidak tutug alias tidak tuntas. Mereka baru belajar bab al-ghadhab (pasal marah), lantas berhenti mengaji. Dan mereka mengira ajaran Islam hanya sependek itu. Efeknya, ke mana-mana bawaan mereka marah melulu. Padahal, masih ada bab selanjutnya tentang tawadhu’, sabar, dan seterusnya. Mereka inilah yang menjadi masalah, karena siapapun yang berbeda pasti akan disalahkan dan disesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sikap pethenthengan ini yang menjadi awal tidak adanya toleransi. Karena pethenthengan juga, kadang orang yang beragama melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agamanya secara tidak sadar. Tapi kalau dasarnya cinta, seperti kaum sufi, itu nggak ada pethenthengan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Gus Mus berpesan, hendaknya kaum muslim belajar terus tanpa henti. Dan berfikirlah segila mungkin, toh ayat al-Qur’an yang menyuruh berfikir itu sama banyaknya dengan ayat al-Qur’an yang menyuruh untuk berzikir. “Jadi, jangan pasang plang dulu ‘saya wakil Pengeran’. Tapi pelajari dulu yang dalam. Kalau tidak, alih-alih dicintai Allah SWT, tapi malah dibenci-Nya,” katanya mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika dimintai pendapat oleh Bakorpakem soal Ahmadiyah, apa yang akan Gus Mus sampaikan?” tanya aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), Novriantoni Kahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesantaian khas kiai pesantren, Gus Mus mengatakan dirinya tidak akan ngomong apa-apa soal Ahmadiyah, karena Bakorpakem belum memintai pendapatnya. “Nanti saja kalau sudah ditanya Bakorpakem,” katanya disambut tawa hadirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis buku Membuka Pintu Langit (Kompas: 2007) ini lantas mengritik perilaku kelompok Islam tertentu yang gemar merusak properti milik Jemaah Ahmadiyah atau memukuli jemaahnya, karena menganggap mereka sesat. Gus Mus menamsilkan, ada orang yang hendak pergi ke Jakarta lalu berhenti di Rembang Jawa Tengah. Ia lantas berjalan terus ke arah Surabaya. “Mau ke mana?” tanya Gus Mus. “Mau ke Jakarta!” jawab orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya lalu bilang, mau ke Jakarta kok ke timur? Berarti kamu ini salah alias sesat. Ya, saya tempeleng saja. Apa begini caranya? Cara ini kan nggak bener dan lucu,” kata Gus Mus heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini terjadi, kata Gus Mus, tak lain karena orang belajar ajaran agamanya tidak tutug atau tuntas. “Baru sarjana muda leren (selesai), lalu merasa sudah S3,” sindirnya.[nhm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/672/52/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-5169284778099924107?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/5169284778099924107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=5169284778099924107' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/5169284778099924107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/5169284778099924107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/09/opini-gus-dur.html' title='Opini Gus Dur'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SM8xbY7hYzI/AAAAAAAAACg/oDXpvPu2f44/s72-c/Gusdur%26GusMus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-2158950905887999440</id><published>2008-09-15T22:58:00.002-05:00</published><updated>2008-09-15T23:03:45.641-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berhasil dalam karier'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='maju dalam usaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips sukses'/><title type='text'>Tips Sukses</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tips Sukses Meniti Karir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Diarsipkan di bawah: Tips Sukses — by adit @ 1:03 am&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Siapapun pasti menginginkan kesuksesan dalam mencapai karir. Betapa tidak, segala usaha telah ditempuh untuk meraih cita-cita. Untuk mewujudkannya seseorang bahkan rela mengorbankan waktu, energi, dan biaya. Tetapi masalahnya mengapa seseorang dapat mudah mencapainya, sementara yang lain sulit merealisasikannya.&lt;br /&gt;Menurut pengalamanku, ada beberapa kiat yang perlu diperhatikan agar apa yang menjadi cita-cita mudah diraih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) Komitmen yang tak putus-putus. Apapun langkah yang dilakukan untuk mewujudkan cita-cita, perlu dilakukan dengan keinginan dan daya juang yang tinggi. Apabila di tengah jalan kita menghadapi godaan dan kendala, cobalah untuk bangkit kembali memulai langkah baru. Langkah-langkah tersebut harus terarah, fokus dan dapat dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(b) Langkah berikut harus lebih baik. Meniti karir merupakan perjalanan panjang. Sehingga untuk merealisasikannya perlu langkah-langkah yang berkesinambungan. Langkah tersebut antara lain berbentuk inisiatif, hasil karya, penyelesaian tugas, kerjasama dan komunikasi. Nah.. apapun tindakan nyata yang kita perbuat, langkah penitian karir yang akan dilakukan harus merupakan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(c) Mulailah perbaiki segala kelemahan diri yang ada. Bangkitkan percaya diri untuk dapat dengan mudah mengungkapkan inisiatif. Perbanyaklah ilmu dan ketrampilan yang relevan dan signifikan untuk dapat menghasilkan hasil karya. Senantiasa fokus dan pintar-pintar mengelola waktu agar tugas-tugas terselesaikan sesuai jadual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(d) Meningkatkan kompetensi apapun melalui teknologi. Dalam era komputerisasi dan digitalisasi saat ini, kita perlu menguasai teknologi internet, penggunaan software tertentu dalam proses bisnis di organisasi/perusahaan, dan teknologi yang relevan dengan kompetensi khusus yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(e) Kembangkan kerjasama dan jejaring kerja yang positif. Dalam pekerjaan sehari-hari umumnya tugas-tugas perlu diselesaikan melalui kerjasama antar unit organisasi. Tidak mungkin kita bekerja sendiri, sehingga kita memerlukan bantuan teman, rekan, dan kolega di tempat kerja. Jalinlah sikap bersahabat, menghargai bantuan atau karya orang lain. Lakukan juga hubungan komunikasi yang baik dengan sesama bawahan maupun atasan. Janganlah malu-malu bertanya pada mereka dan memberikan dukungan yang diperlukan. Ucapkanlah tanda terima kasih atas bantuan dan kerjasama mereka. Perluas juga kerjasama ini diluar bidang tugas, bagian atau organisasi dimana kita berada. Yang perlu dihindari, janganlah sekali-kali kita menjelekkan atau menghina inisiatif maupun hasil karya orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(f) Tepati janji dan taat pada prosedur yang berlaku. Kepercayaan dari atasan maupun rekan dan mitra kerja akan sangat mempengaruhi keberhasilan meniti karir. Oleh karena itu lakukan semua tugas, kerjasama, dan kesepakatan secara tepat waktu dan sesuai prosedur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(g) Gaul dan menjaga sopan santun. Menjaga penampilan diri dan tutur kata merupakan hal sepele yang sangat dituntut dalam menjalin kerjasama. Sesuaikan cara berpakaian dengan budaya organisasi yang berlaku. Jika sebagian besar karyawan berpakaian neces, kitapun mengikutinya. Kalau bos dan atasan kita umumnya memakai pakaian blue jeans, tidak ada salahnya kitapun menyesuaikan dengan mereka. Pergaulan dapat di dijalin melalui jalur hobby yang sama atau mengikuti kegiatan sosial yang ada di lingkungan kerja dan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(h) Berdoalah pada Tuhan Yang Maha Esa. Apapun usaha yang kita lakukan perlu mendapatkan restu Tuhan YME. Jadi, janganlah bosan-bosan memohon pertolongan Tuhan untuk mengabulkan segala apa yang kita inginkan. Janganlah percaya pada tahyul, dukun maupun faktor keberuntungan!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira itulah syarat-syarat sukses meniti karir guna merealisasikan cita-cita yang kita inginkan. Tetapi saya percaya teman-teman pasti masih memiliki kiat-kiat tambahan lainnya untuk dapat kita dengar dan berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(copyright@aditiawan chandra)&lt;br /&gt;http://businessenvironment.wordpress.com/2007/04/07/tips-sukses-meniti-karir/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-2158950905887999440?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/2158950905887999440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=2158950905887999440' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/2158950905887999440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/2158950905887999440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/09/tips-sukses.html' title='Tips Sukses'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-2356873291154909021</id><published>2008-09-15T12:18:00.002-05:00</published><updated>2008-09-15T12:25:34.894-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasanya Rasulullah saw'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa Ramadhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bulan suci Ramadhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marhaban Ramadhan'/><title type='text'>Puasa Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Cara Rasulullah SAW Berpuasa Ramadhan&lt;br /&gt;Oleh : Muhammad idris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Allah SWT di dalam al-Quran mewajibkan kepada umat Islam untuk berpuasa ketika memasuki bulan Ramadhan. Perintah ini dalam redaksi kalimatnya ditujukan kepada setiap orang yang beriman. Oleh karena itu  maksud dan tujuan utama untuk melaksanakan puasa di bulan Ramadhan adalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala berkenaan dengan puasa di bulan Ramadhan berfirman :&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (al-Baqarah [2]:183)&lt;br /&gt;Maulana Muhammad Ali dalam The Holy Quran menjelaskan tafsir ayat ini bahwa puasa adalah perintah Tuhan yang sama universalnya dengan perintah shalat. Akan tetapi Islam memperkenalkan pemahaman yang baru tentang puasa. Sebelum Islam puasa hanyalah dimaksudkan untuk mengurangi makan, minum, dan tidur pada waktu berkabung dan berduka cita. Tetapi Islam menjadikan puasa sebagai sarana untuk meninggikan akhlak dan rohani manusia. Hal ini sesuai dengan firman-Nya la’allakum tattaqûn (supaya kamu memperoleh ketakwaan/menjauhi diri dari kejahatan). Sehingga tujuan dari puasa itu sendiri adalah untuk melatih manusia bagaimana caranya menjauhkan diri dari segala macam keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan : Puasa artinya menahan diri dari makan, minum dan berjima disertai niat yang ikhlas karena Allah Yang Maha Mulia dan Agung, karena puasa mengandung manfaat bagi kesucian, kebersihan, dan kecemerlangan diri dari percampuran dengan keburukan dan akhlak yang rendah. Allah menuturkan bahwa sebagaimana Dia mewajibkan puasa kepada umat Islam, Dia pun telah mewajibkan kepada orang-orang sebelumnya yang dapat dijadikan teladan. Maka hendaklah puasa itu dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan lebih sempurna daripada yang dilakukan oleh orang terdahulu, sebagaimana Allah berfirman, “…untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikanNya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberianNya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan…” (al-Maa’idah [5]:48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Allah berfirman,  “Hari orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Sebab puasa dapat menyucikan badan dan mempersempit gerak setan sebagaimana hal ini dikemukakan dalam shahihain , “wahai para pemuda, barangsiapa diantara kamu sudah mampu memikul beban keluarga, maka kawinlah, dan barangsiapa yang belum mampu maka berpuasalah karena itu merupakan benteng baginya (HR Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada permulaan Islam, puasa dilakukan tiga hari pada setiap bulan. Kemudian pelaksanaan itu dinasakh oleh puasa pada bulan Ramadhan. Dari Muadz, Ibnu Mas’ud, dan yang lainnya dikatakan bahwa puasa ini senantiasa disyariatkan sejak zaman Nuh hingga Allah manasakh ketentuan itu dengan puasa Ramadhan. Puasa diwajibkan atas mereka dalam waktu yang lama sehingga haram baginya makan, minum dan berjima’, serta perbuatan sejenisnya. Kemudian Allah menjelaskan hukum puasa sebagaimana yang berlaku pada permulaan Islam. (Ibnu Katsir, jld 1/h.286-287)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga untuk dapat memenuhi tujuan dari puasa maka perlu dipahami bagaimana cara Rasulullah SAW berpuasa. Beliau SAW adalah suri teladan terbaik bagi umat Islam, karena syariat Islam diturunkan kepada beliau SAW. Dan beliau lah wujud yang paling mengerti bagaimana harus mengimplementasikan setiap perintah dari Allah SWT. Jadi beliau lah teladan praksis yang sempurna bagi seluruh umat manusia karena beliau diutus oleh Tuhan bukan hanya untuk umat Islam saja melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam banyak hadits-hadits telah disebutkan dengan jelas, bagaimana cara Rasulullah SAW berpuasa.Nasehat dan petunjuk beliau SAW dalam hal puasa ini diantaranya :&lt;br /&gt;Yang pertama adalah niatkan puasa untuk mencari keridhoan Allah SWT. Hal ini terdapat di dalam hadits muttafaqun ‘alaihi yang meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yang berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni.&lt;br /&gt;Di dalam hadits ini disebutkan agar puasa yang kita lakukan dapat menghasilkan pengampunan atas dosa-dosa yang telah lalu maka syaratnya adalah meniatkan berpuasa hanya semata-mata untuk meraih ridho Tuhan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua adalah beliau SAW berpuasa Ramadhan setelah melihat hilal dan mengakhirinya setelah melihat hilal lagi. Hal ini terdapat di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda : Berpuasalah kalian jika telah melihat hilal dan sudahilah puasa kalian jika telah melihat hilal lagi. Jika mendung menyelimutu kalian, maka genapkanlah hitungan bulan sya’ban menjadi 30 hari. (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga adalah beliau SAW membiasakan untuk makan sahur. Sebagaimana telah diriwayatkan oleh Anas RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Bersantap sahurlah kalian, sebab di dalam sahur itu terdapat barakah. (HR Bukhari dan Muslim) Salah satu barakahnya adalah tubuh kita menjadi fit dan bugar dalam menjalankan puasa dan kita terhindar dari lemah, lesu dan loyo ketika menghadapi puasa sehingga aktifitas yang lainnya dapat dikerjakan dengan baik.&lt;br /&gt;Dan beliau SAW juga biasa mengakhirkan sahur, sebagaimana terdapat riwayat dari Anas bin Malik (dan dalam satu riwayat darinya bahwa Zaid bin Tsabit bercerita kepadanya) bahwa Nabiyullah dan Zaid bin Tsabit makan sahur bersama. Tatkala keduanya telah selesai sahur, Nabi berdiri pergi shalat, maka shalatlah beliau. Aku bertanya kepada Anas : Berapa lama antara keduanya selesai makan sahur dan mulai shalat? Anas berkata: Sekitar (membaca) lima puluh ayat.(HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keempat adalah beliau SAW mengupayakan untuk menyegerakan berbuka puasa. Hal ini terdapat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad RA bahwa Rasulullah SAW bersabda : Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mau menyegerakan berbuka. (HR Bukhari dan Muslim). Di dalam hadits yang lain Rasulullah SAW disebutkan sangat menyukai berbuka dengan makan kurma. Berkaitan dengan hal ini, terdapat riwayat dari Sulaiman Ibnu Amir Al-Dhobby bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Apabila seseorang di antara kamu berbuka, hendaknya ia berbuka dengan kurma, jika tidak mendapatkannya, hendaknya ia berbuka dengan air karena air itu suci. Riwayat Imam Lima. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kelima sebagian malam beliau SAW habiskan untuk qiyamul lail (mendirikan shalat malam) di bulan suci Ramadhan. Berkenaan dengan hal ini terdapat riwayat hadits, Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, Barangsiapa yang mendirikan (shalat malam) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau. (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keenam adalah beliau SAW selalu menyibukkan diri untuk membaca al-Quran. Berkenaan dengan hal ini terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata : saat malaikat Jibril menemui beliau. Setiap kali Jibril menemui beliau pada malam Ramadhan, pasti beliau tengah mentadabburi al-Quran.(HR Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, di dalam bulan suci Ramadhan agar diusahakan untuk menamatkan tilawat al-Quran sehingga berkat dari tilawat al-Quran tersebut dapat menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketujuh adalah beliau SAW memperbanyak sedekah lebih dari hari-hari biasa. Ibnu ‘Abbas RA meriwayatkan, ia berkata : Rasulullah SAW adalah sosok manusia yang paling pemurah, terutama sekali pada bulan Ramadhan, saat malaikat Jibril menemui beliau. Setiap kali Jibril menemui beliau pada malam Ramadhan, pasti beliau tengah mentadabburi al-Quran. Sungguh tatkala Jibril menemiu beliau, beliau adalah sosok manusia yang paling pemurah dalam mengulurkan kebaikan, bahkan lebih pemurah daripada angina (pembawa rahmat) yang terus bertiup. (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Jadi di dalam hadits ini disebutkan bahwa Rasulullah SAW adalah sosok teladan kedermawanan bagi kita, akan tetapi di dalam bulan Ramadhan kedermawanan beliau lebih hebat lagi dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedelapan adalah beliau SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan suci Ramadhan. Hal ini sesuai dengan bunyi matan beberapa hadits berikut ini, diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA, ia berkata : Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam selalu beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri-istri beliau beri'tikaf sepeninggalnya. (Muttafaq Alaihi)&lt;br /&gt;Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bila hendak beri'tikaf, beliau sholat Shubuh kemudian masuk ke tempat i'tikafnya. (Muttafaq Alaihi)&lt;br /&gt;'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah memasukkan kepalanya ke dalam rumah -- beliau di dalam masjid--, lalu aku menyisir rambutnya dan jika beri'tikaf beliau tidak masuk ke rumah, kecuali untuk suatu keperluan. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari. Merujuk hadits-hadits tentang i’tikaf ini, sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, maka pelaksanaan i’tikaf adalah mengambil tempat di masjid dan selama i’tikaf, mu’takif (orang yang melakukan i’tikaf) harus tetap berada di masjid sampai waktu i’tikaf selesai.&lt;br /&gt;Yang kesembilan adalah beliau SAW tidak pernah memaksakan untuk tetap berpuasa bagi musafir, orang yang sakit dan sedang menghadapi udzur. Hal ini sesuai dengan hadits-hadits berikut ini, dari Hamzah Ibnu Amar al-Islamy Radliyallaahu 'anhu bahwa dia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku kuat berpuasa dalam perjalanan, apakah aku berdosa? Maka Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Ia adalah keringanan dari Allah, barangsiapa yang mengambil keringanan itu maka hal itu baik dan barangsiapa senang untuk berpuasa, maka ia tidak berdosa. Riwayat Muslim dan asalnya dalam shahih Bukhari-Muslim dari hadits 'Aisyah bahwa Hamzah Ibnu Amar bertanya. Di dalam hadits yang lain terdapat pula riwayat dari Jabir bin Abdullah r.a. berkata : Rasulullah dalam suatu perjalanan, beliau melihat kerumunan dan seseorang sedang dinaungi. Beliau bertanya, Apakah ini? Mereka menjawab, Seseorang yang sedang berpuasa. Maka, beliau bersabda, Tidak termasuk kebajikan, berpuasa dalam bepergian.(HR Bukhari). Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu berkata: Orang tua lanjut usia diberi keringanan untuk tidak berpuasa dan memberi makan setiap hari untuk seorang miskin, dan tidak ada qodlo baginya. Hadits shahih diriwayatkan oleh Daruquthni dan Hakim.&lt;br /&gt;Di dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah bersabda berkenaan dengan keutamaan dalam berpuasa di bulan Ramadhan, dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Allah berfirman : Semua amal shaleh anak Adam akan dilipatgandakan, satu kebaikan dilipatgandakan menjadi 10 kalinya, bahkan sampai 700 kalinya, kecuali puasa, sebab puasa adalah milik-Ku dan hanya Aku lah yang akan membalasnya, hal ini dikarenakan seseorang yang berpuasa itu meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku. Oran yang berpuasa itu memiliki dua kegembiraan, yakni kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika menghadap Rabbnya. Sungguh bau mulut orang ysang sedang berpuasa itu dalam pandangan Allah lebih harum dari minyak kesturi. Puasa adalah perisai. Jika seseorang sedang puasa, janganlah ia berbuat atau berkata yang tidak senonoh. Jika ada seseorang yang memakinya, hendaklah ia mengatakan : Maaf aku sedang puasa. (HR Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;Bulan suci ramadhan adalah bulan yang sangat baik bagi kita berintrospeksi diri. Adanya komitmen untuk bisa menjauhkan diri dari segala macam keburukan dan kelemahan serta menggantinya dengan terus menerus mengupayakan kesucian diri dan banyak mengerjakan amal kebajikan akan dapat meningkatkan kedekatan hubungan dengan Allah SWT. Insya Allah dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW, jalan menuju keridhoan Tuhan semakin terbuka lebar. Wa Allah a’lamu bi ash-shawab&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-2356873291154909021?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/2356873291154909021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=2356873291154909021' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/2356873291154909021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/2356873291154909021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/09/puasa-ramadhan.html' title='Puasa Ramadhan'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-7500661225365258835</id><published>2008-09-15T04:08:00.004-05:00</published><updated>2008-09-15T04:24:22.385-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nahdhatul Ulama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam Kita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ajaran toleransi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merapat ke kyai'/><title type='text'>Opini</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Sabtu, 29 Maret 2008 12:01&lt;br /&gt;Cirebon, NU Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ahmadiyah Disarankan Merapat ke Kiai&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengikut jema'at Ahmadiyah disarankan untuk merapat ke pondok-pondok pesantren dan melakukan komunikasi aktif dengan para kiai di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), agar kesalahfahaman dan kekerasan berbasis agama tidak lagi terjadi.&lt;br /&gt;"Semenjak lama, kiai-kiai NU dan para santrinya sudah kenal dekat dengan Ahmadiyah," kata KH Maman, pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka dalam pertemuan Jaringan Masyarakat Cirebon Cinta Damai (Jamacicida) , di Hotel Bentani, Kamis (27/3) lalu, yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat di wilayah III Cirebon dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, salah seorang anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang hadir dalam pertemuan itu mengeluhkan, pihaknya belakangan ini menjadi sasaran diskriminasi, bahkan tindak kekerasan sekelompok masyarakat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bingung, aparat dalam hal ini terkesan tidak tegas pada kelompok pelaku kekerasan. Alasannya mereka kan mayoritas dan banyak. Padahal kalau bicara Indonesia, maka yang maenstream atau mayoritas Islam Indonesia adalah NU atau Muhammadiyah. Rasanya orang-orang NU dan Muhammadiyah telah lama kenal dan bergaul dengan kami", kata anggota JAI itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai Maman menyatakan, para kiai sebenarnya tidak sepakat dengan kekerasan yang berbasis agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya baru saja mengikuti pertemuan kiai-kiai sepuh se-Indonesia di Jakarta yang bertujuan mencegah kekerasan berbasis agama. Dari pertemuan itu saya tahu, banyak sekali sesungguhnya kiai yang tidak setuju dengan tindak kekerasan yang dilakukan kelompok garis keras di Indonesia," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi hal itu, Kasubsi Bidang Politik dan Inteljen dari Kajari Cirebon menyatakan pihaknya mendukung sosialisasi terkait dengan kebebasan beragama dan berkaykinan. Selama ini, menurutnya, kejaksaan dan apatur negara telibat dalam menjamin kebebasan ini dalam bentuk pencegahan tindak kekerasan atas nama agama dan juga melakukan kerjasama dengan tokoh-tokoh agama yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengakui bahwa dalam beberapa hal, aparat masih banyak kekurangan. Karena itu ia meminta kerjasama dengan seluruh peserta yang hadir untuk memberikan data-data yang valid dan akurat mengenai pelanggaran hak kebabasan beragama atau tindak kekerasan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan sehari itu diikuti oleh lebih dari 70 peserta, terdiri dari utusan berbagai kelompok pro kerukunan beragama. Dari wilayah III Cirebon hadir peserta perwakilan dari Fahmina Institute, Forum Lintas Iman Cirebon, Lakpesdam NU Cirebon, Lakpesdam NU Indramayu dan Lakpesdam NU Majalengka, juga PMII kab. Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Bandung hadir LBH Bandung, Jaringan Kerja Pemantauan dan Advokasi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (PAKBB), dan Gereja Kristen Pasundan (GKP). Dari Jakarta, hadir perwakilan PP Lakpesdam NU. Hadir juga dalam pertemuan itu beberapa anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Kasubsi Bidang Politk dan Inteljen Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi yang difasilitasi oleh PP Lakpedam NU. Para peserta merumuskan beberapa hal strategis seperti pembentukan forum dan jejaring. Forum yang dikoordinatori oleh KH Maman akan melakukan sosialisasi beragama secara damai terutama di wilayah Jawa Barat. (ali)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-7500661225365258835?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/7500661225365258835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=7500661225365258835' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/7500661225365258835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/7500661225365258835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/09/opini.html' title='Opini'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-7682365008780731398</id><published>2008-09-15T03:47:00.002-05:00</published><updated>2008-09-15T03:55:08.615-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahmadiyya Movement'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa sesat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahmadiyah yang Dicerca dan Dipuja'/><title type='text'>Opini Publik</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Ahmadiyah yang Dicerca dan Dipuja&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh :KH Ma'mur Noor&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Seorang mubaligh di Jakarta yang dalam ceramahnya sering mencerca Ahmadiyah&lt;br /&gt;(gerakan Islam yang dinilai sesat dan menyesatkan), suatu kali dalam satu&lt;br /&gt;diskusi - yang membahas perkembangan sains di Dunia Islam - memuji-muji&lt;br /&gt;almarhum Abdus Salam (1926-1996), pemenang Nobel Fisika tahun 1979. Sang da'i&lt;br /&gt;yang anti-Ahmadiyah itu mengatakan dunia Islam benar-benar tertolong dengan&lt;br /&gt;kehadiran Nobelis Abdus Salam sehingga perkembangan sains Islam yang sudah&lt;br /&gt;terputus selama lima abad seakan hidup lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="left"&gt;&lt;br /&gt;Salam menjadi penerang sains Islam dan menjadi penggugah kaum muslimin untuk&lt;br /&gt;kembali meraih kejayaan di bidang sains yang pernah digengamnya pada abad ke&lt;br /&gt;ke-7 sampai ke-15.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harian Republika, yang merupakan corong masyarakat Islam di Indonesia, sering&lt;br /&gt;memuja Salam sebagai saintis Islam terbesar dan sebagai ilmuwan muslim pertama&lt;br /&gt;yang mendapatkan hadiah nobel paling bergengsi di bidang fisika atom di tengah&lt;br /&gt;terpuruknya sains Islam dalam lima abad terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdus Salam kelahiran Pakistan 29 Januari 1926 itu meraih gelar doktor fisika&lt;br /&gt;dalam usia 26 tahun dari universitas di Inggris, Cambridge University. Dalam&lt;br /&gt;waktu hanya lima tahun melakukan penelitian tentang gaya-gaya fundamental di&lt;br /&gt;alam raya, penemuan Salam ternyata mendapat penghargaan Nobel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuannya dalam usia 31 tahun dianggap prestasi yang luar biasa. Salam dalam&lt;br /&gt;penelitiannya berhasil menemukan fakta sesungguhnya semua gaya yang ada di&lt;br /&gt;jagad raya - yaitu gaya gravitasi, elektromagnet, nuklir kuat, dan gaya nuklir&lt;br /&gt;lemah hakikatnya merupakan satu kesatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan Ciptaan Alah&lt;br /&gt;Seperti ditulis Prof Ahmad Baiquni (alm), Salam melandaskan penelitian&lt;br /&gt;fisikanya berdasarkan nash-nash Alqur'an, khususnya Surat Al-Mulk ayat 3 -&lt;br /&gt;tentang keseimbangan ciptaan Alah. Ketika jenasahnya akan dimakamkan di&lt;br /&gt;Pakistan, PM Benazir Ali Bhutto menganugerahkan penghargaan tertinggi kepada&lt;br /&gt;Salam sebagai Putera dan pahlawan terbaik Pakistan. "Salam bukan sekadar&lt;br /&gt;kebanggan Pakistan, tapi juga dunia,'' kata Benazir dalam pidato pemakaman&lt;br /&gt;Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sebenarnya Prof Dr Abdus Salam? Dia adalah pengikut Ahmadiyah Qodiani -&lt;br /&gt;sebuah aliran yang oleh MUI dan mayoritas Islam di dunia - dianggap sesat dan&lt;br /&gt;menyesatkan. Sebelum pemerintahan Benazir, Salam diusir dari Pakistan dan&lt;br /&gt;dilarang menginjakkan kakinya di Tanah Suci Makkah. Semasa hidupnya Salam&lt;br /&gt;sering jadi objek caci maki rakyat Pakistan dan Timur Tengah karena&lt;br /&gt;ke-Ahmadiyah-annya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di akhir hayatnya, - Salam justru dianggap Putra dan pahlawan Pakistan.&lt;br /&gt;Seperti kebanggaan da'i di Jakarta, dan orang yang memaki-maki Salam kini&lt;br /&gt;berbalik menjadi pemujanya yang fanatik. Dari gambaran itu, kita jadi aneh bila&lt;br /&gt;melihat sahabat-sahabat kita di Bogor yang dengan membabi buta menghancurkan&lt;br /&gt;kampus Ahmadiyah. Lebih ironis lagi, para penghancur ini sebagian mengaku orang&lt;br /&gt;LPPI (Lembaga Penelitan dan Pengkajian Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dilihat namanya, LPPI mestinya lembaga kritis, berwawasan inklusif, dan&lt;br /&gt;toleran akan perbedaan pendapat dalam Islam. Bukankah hadis Nabi sendiri&lt;br /&gt;menyatakan perbedaan pendapat di antara umatku adalah rahmat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap Membaca Syahadatain&lt;br /&gt;Perbedaan paham antara Ahmadiyah dan Ahli Sunnah tak ada yang prinsipil. Jika&lt;br /&gt;kaum Ahmadiyah mengaku ada nabi setelah Muhammad dan wahyu tetap diturunkan&lt;br /&gt;kepada seorang nabi sampai sekarang, tidak prinsipil.&lt;br /&gt;Kata nabi berasal dari kata naba'a - atinya pemberi kabar (dari langit).&lt;br /&gt;Bukankah sampai hari ini pun banyak ulama atau kaum sufi yang karena kesucian&lt;br /&gt;dan kezuhudannya sering mendapat berita langit? Lantas, nabikah dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Islam mayoritas mungkin menyebutnya wali atau ayatullah dalam Syiah!&lt;br /&gt;Lagi-lagi, masalah ini sebenarnya tidak perlu menimbulkan fitnah dan&lt;br /&gt;pengrusakan. Bukankah tokoh yang disebut-sebut nabi dalam Ahmadiyah Qodiani&lt;br /&gt;masih tetap membaca Syahadatain, bahwa Tidak Ada Tuhan Kecuali Allah dan&lt;br /&gt;Muhammad adalah Utusannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan ketiga yang sebenarnya kurang prinsip adalah kata "khatamun&lt;br /&gt;nabibyyin" - bahwa Muhammad adalah nabi yang sempurna. Para mufassir dan ulama&lt;br /&gt;di Indonesia menterjemahkannya "Muhammad nabi yang sempurna" karena itu&lt;br /&gt;Muhammad merupakan nabi terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara kita di Ahmadiyah menerjemahkan khatamun nabiyyin nabi yang sempurna&lt;br /&gt;tapi tidak yang terakhir. Menurut Ahmadiyah, masih ada nabi setelah Nabi&lt;br /&gt;Muhammad, tapi tidak sesempurna Muhammad. Sejauh ini kaum Ahmadiyah tak pernah&lt;br /&gt;berpendapat untuk menduakan Allah (musyrik) dan menolak Kerasulan Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, jauh lebih baik jika umat Islam mayoritas merangkul umat Islam&lt;br /&gt;minoritas Ahmadiyah ketimbang menjadikannya musuh yang harus dihancurkan.&lt;br /&gt;Apalagi peran kaum Ahmadiyah dalam menyebarkan Islam sangat besar. Sebagian&lt;br /&gt;besar buku-buku Islam yang diterbitkan di Barat dan kemudian membawa orang&lt;br /&gt;Barat simpati kepada Islam ditulis oleh orang Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di berbagai wilayah di Indonesia - kecuali di Parung, Bogor - hubungan antara&lt;br /&gt;muslim Ahmadiyah dan muslim mayoritas Indonesia (NU dan Muhammadiyah) baik-baik&lt;br /&gt;saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah anggota&lt;br /&gt;Komisi VIII DPR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.freelists.org/archives/ppi/08-2005/msg00152.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-7682365008780731398?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/7682365008780731398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=7682365008780731398' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/7682365008780731398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/7682365008780731398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/09/opini-publik.html' title='Opini Publik'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-7289756396976636295</id><published>2008-02-20T21:01:00.004-06:00</published><updated>2008-03-31T23:10:07.202-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Murtad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukuman mati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Quran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam Kita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam Damai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukuman Murtad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum pancung'/><title type='text'>Ulasan syariah</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_33zoQaR640s/R7zq4CNmXtI/AAAAAAAAACE/qRvqQzgIsew/s1600-h/hukuman+mati1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169264720701972178" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_33zoQaR640s/R7zq4CNmXtI/AAAAAAAAACE/qRvqQzgIsew/s320/hukuman+mati1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Murtad dan Hukuman Mati&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#33ffff;"&gt;Oleh Abd Moqsith Ghazali* &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya mendengar beberapa daerah dan tokoh Muslim di Indonesia sedang mempertimbangkan kemungkinan menerapkan hukuman mati bagi orang Islam yang pindah agama (murtad). Jauh sebelumnya, kerajaan Melaka di bawah kekuasaan Sultan Muzaffar Syah (1450-1458 M.) telah menerapkan hukuman mati bagi orang murtad melalui Undang-Undang Melaka (disebut juga: Undang-Undang Darat Melaka, Undang-Undang Melayu, Undang-Undang Negeri dan Pelayaran). Dalam UU tersebut pasal 36 ayat 1 disebutkan, "orang yang murtad dikenakan hukuman mati". Pandangan seperti ini biasanya didorong oleh sebuah hadits, "man baddala dinahu faqtuluhu" (barang siapa yang pindah agama, bunuhlah!).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, bisakah mengeksekusi mati orang Islam Indonesia yang pindah agama dengan mengacu pada hadits tersebut. Jawabannya: tidak bisa. Sebab, tidak sebagaimana kerajaan Melaka yang memang merujuk pada fikih Islam, Indonesia modern nan demokratis adalah negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kita semua tahu bahwa konstitusi telah menjamin hak kebebasan beragama di Indonesia. Istiqamah dengan ketentuan itu, orang Indonesia yang pindah agama tak bisa dikriminalisasikan sehingga boleh dijatuhi sanksi hukum. Menjatuhkan hukuman mati bagi Muslim Indonesia yang pindah agama melanggar Undang-Undang Dasar 1945 dan UU RI No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) yang menjamin kemerdekaan penuh bagi semua warganya untuk memilih atau meninggalkan suatu agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, hadits di atas tak bisa dijadikan patokan. Ia tak meyakinkan dari berbagai sudut. Hadits itu bukan hadits mutawatir, melainkan hadits ahad. Menurut Imam Abu Hanifah, dalalah (penunjukan) hadits ahad adalah zhanni (relatif) dan bukan qath`i (pasti). Khudlari Bik, ahli Ushul Fikih, menjelaskan, hadits ahad tak bisa menaskh ayat-ayat umum dalam al-Quran. Jika keumuman ayat al-Quran bersifat qath`i, maka hadits ahad bersifat zhanni, sehingga menurut Tajuddin al-Subki dalam Jam`u al-Jawami`; yang zhanni tak boleh menaskh (abrogasi) yang qath`i. Sementara itu, tak ditemukan satu ayat pun dalam al-Quran yang memerintahkan untuk membunuh orang murtad. Al-Quran justeru menjamin kebebasan beragama. Jawdat Sa`id menilai bahwa hadits tersebut adalah dla`if, karena ia bertentangan dengan prinsip dasar ajaran Islam; kebebasan beragama. Alhasil, hadits tersebut lemah dari sudut dalalahnya sehingga tak mungkin untuk menghapus ayat-ayat umum al-Quran yang mendorong kebebasan beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, Jamal al-Banna mempertanyakan integritas perawi hadits dimaksud. Menurutnya, perawi hadits yang menjelaskan tentang hukum bunuh bagi orang yang keluar dari Islam berakhir pada `Ikrimah. Ia dikenal meriwayatkan banyak hadits dari Ibn `Abbas. Namun, hadits-hadits dari `Ikrimah banyak ditolak Imam Muslim. Muslim hanya mengutip satu hadits yang diriwayatkan `Ikrimah, itu pun karena `Ikrimah meriwayatkannya bersama Sa`îd ibn Jubair, yaitu hadits tentang haji. Hadits tentang membunuh orang murtad itu tak tercantum dalam kitab Shahih Muslim. Penolakan Muslim ini bisa pahami, karena `Ikrimah di kalangan para ahli hadits dikenal sebagai pembohong (kadzdzab), sehingga sulit untuk diterima sekiranya ia meriwayatkan hadits. Keraguan tentang eksistensi hadits ini berlanjut, demikian Jamal al-Banna, karena para perawi hadits tersebut termasuk Ikrimah tak pernah menjelaskan sabab al-wurud hadits itu; dalam konteks apa dan untuk kepentingan apa Nabi Muhammad menyatakan hadits tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari itu, sekiranya benar ada hadits yang demikian, sejarah menunjukkan bahwa Nabi Muhammad tak pernah menghukum bunuh orang murtad. Dikisahkan dalam sejumlah literatur bahwa pada zaman Nabi sudah ada orang yang keluar dari Islam dan memeluk agama lain seperti Kristen. Sekurangnya, pada masa Nabi ada dua belas laki-laki Muslim yang keluar dari Islam, di antaranya adalah al-Harits ibn Suwaid al-Anshari. Dua belas orang itu kemudian pindah dari Madinah ke Mekah. Begitu juga `Ubaidullah ibn Jahsy. Setelah berpindah bersama isterinya (Ummu Habibah binti Abi Sufyan yang Islam) ke Habasyah, ia memeluk Kristen dan meninggal dalam keadaan Kristen. Sekalipun sudah keluar dari Islam, Nabi tak membunuh mereka. Nabi tak memerintahkan sahabat mengejar mereka untuk dibunuh. Inilah fakta historisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelbagai kelemahan pada hadits tersebut jarang diketahui oleh mereka yang hendak menghukum bunuh orang Islam yang pindah agama. Semoga setelah penjelasan ini sampai ke tangan mereka, semangat untuk membunuh orang murtad itu bisa menyusut. Insyaallah .[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Penulis adalah peneliti the WAHID Institute. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;a href="http://www.gusdur.net/indonesia/index.phpoption=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=2764&amp;amp;Itemid=40"&gt;http://www.gusdur.net/indonesia/index.phpoption=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=2764&amp;amp;Itemid=40&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-7289756396976636295?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/7289756396976636295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=7289756396976636295' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/7289756396976636295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/7289756396976636295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/02/ulasan-syariah.html' title='Ulasan syariah'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_33zoQaR640s/R7zq4CNmXtI/AAAAAAAAACE/qRvqQzgIsew/s72-c/hukuman+mati1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-3210998554399982281</id><published>2008-02-17T16:53:00.004-06:00</published><updated>2008-03-31T23:12:22.304-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fikih Toleransi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Quran Kitab Toloeransi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tasamuh dalam Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam Kita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam dan Toleransi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam Damai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ajaran toleransi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Toleransi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu Fikih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fikih Syariah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tasamuh'/><title type='text'>Opini</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168090017081745074" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_33zoQaR640s/R7i-fSNmXrI/AAAAAAAAAB0/S75e5pNM-FA/s320/zuhairi+misrawi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#00cccc;"&gt;Menggagas Fikih Toleransi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Oleh Zuhairi Misrawi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Intelektual Muda NU, Alumnus Universitas al-Azhar Kairo- Mesir; Koordinator Jaringan Islam Emansipatoris; dan Pimred Jurnal PERSPEKTIF PROGRESIF.&lt;br /&gt;FASILITAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu dasawarsa terakhir, kekerasan yang dilakukan dengan atas nama agama merupakan gejala yang bersifat masif. Yang paling menakutkan adalah aksi terorisme yang berbaju paham kemartiran. Yang paling mutakhir adalah aksi perusakan tempat-tempat ibadah dan kelompok minoritas dalam intraagama, seperti Jamaah Ahmadiyah dan lain-lain. Pertanyaannya, benarkah agama atau paham keagamaan merekomendasikan tindakan intoleran, bahkan kekerasan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diimani sejak awal bahwa agama apa pun mempunyai semangat yang sama untuk membangun toleransi dan menolak tindakan intoleran. Agama-agama mengusung kedamaian dan antikekerasan. Tapi, masalahnya selalu pada ranah sosial dan realitas keumatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para pakar sosiologi agama, selalu ada ketegangan antara agama dan paham keagamaan (Said Asymawi: 1996). Pada level tertentu, paham keagamaan menempati posisi yang paling sentral karena yang sampai kepada masyarakat bukan agama itu sendiri, tetapi paham keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, dalam tataran sosiologis, masyarakat agama-agama dibentuk oleh paham keagamaan itu sendiri. Masyarakat muslim di Maroko pada umumnya menganut mazhab Imam Maliki. Masyarakat Mesir menganut mazhab Imam Hanafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia menganut mazhab Imam Syafi’i. Masyarakat Madinah menganut mazhab Imam Ahmad bin Hanbal. Sedangkan masyarakat muslim di Iran menganut mazhab Syiah. Syi’ah pun dibagi ke dalam berbagai aliran-aliran kecil lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok yang tidak pernah mengenal fakta keragaman sosiologis seperti di atas akan mudah menganggap paham keagamaan sebagai agama itu sendiri. Konsekuensinya pun bisa berakibat fatal, yaitu munculnya klaim kebenaran dan sikap keberagamaan yang eksklusif. Lambat laun mulai terasa bangsa ini pun terjangkit penyakit yang amat menakutkan tersebut. Otoritas keagamaan sering digunakan sebagai alat untuk mengotoritarisasi paham keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya fatwa keagamaan yang saling menyalahkan, bahkan menyesatkan berdasarkan paham keagamaan tertentu, merupakan salah satu pemandangan yang makin mempertegas munculnya paham keagamaan yang otoriter. Karena itu, perlu digalakkan upaya untuk melahirkan fikih toleransi (fiqh al-tasâmuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fikih semacam itu mutlak diperlukan dalam rangka memberikan alternatif pemikiran dalam rangka menyikapi realitas kemajemukan, baik dalam lingkup intraagama maupun antaragama. Paham keagamaan sejak dahulu kala merupakan paham yang bersifat dinamis dan sintesis. Hampir tidak ada paham keagamaan yang bersifat otoriter karena yang otoriter hanyalah Tuhan. Karena itu, dengan sikap rendah hati dan asketis, para ulama senantiasa mengakhiri pandangannya dengan sebutan wallahu a’lam bi al-shawâb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan tersebut merupakan sebuah bentuk asketisme dalam paham keagamaan bahwa Yang Mahabenar dan Mahatahu hanyalah Tuhan. Sedangkan paham keagamaan yang dilahirkan para ulama merupakan pemikiran yang bersifat relatif. Karena itu, tidak ada jalan lain kecuali bersifat toleran terhadap paham lain yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Muktamar Ke-31 Nahdlatul Ulama di Boyolali, Solo, telah melahirkan sebuah keputusan metodologis yang memberikan harapan bagi toleransi paham keagamaan. Yaitu, perlunya mengambil keputusan hukum Islam dari empat mazhab Sunni: Maliki, Hanafi, Hanbali, dan Syafi’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam skala yang lebih luas, fikih toleransi sejatinya dapat menyentuh setidaknya tiga wilayah: Pertama, pada level diskursus keagamaan. Dalam hal ini, harus dimunculkan kesadaran masif bahwa pada hakikatnya agama membawa pesan toleransi, perdamaian, dan antikekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Alquran, banyak sekali pesan tentang toleransi. Misalnya, perlunya kebebasan dalam iman dan agama (QS. 109:6; ), tidak ada paksaan dalam beragama (QS. 2:256), serta koeksistensi dan saling menghargai (QS. 49:13). Dalam hadis, Nabi Muhammad SAW pernah mendoakan jenazah orang Yahudi. Kemudian, para sahabat terkejut dan bertanya, "Bukankah jenazah tersebut adalah orang Yahudi?". Nabi menjawab, "Bukankah dia juga manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis lain disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengibaratkan agama-agama (Yahudi, Kristen, dan Islam) dengan sebuah rumah. Sebelum Islam datang, rumah tersebut sudah berdiri tegak dan kukuh. Islam hadir tidak untuk menghancurkan rumah tersebut, melainkan hanya meletakkan sebuah batu bata di bagian pojok rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar inilah, Islam pada hakikatnya adalah agama yang memberikan toleransi terhadap eksistensi agama-agama lain. Apalagi terhadap keragaman dalam lingkungan Islam sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pada level legal formal. Dalam rangka mengukuhnya visi toleransi, Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah senantiasa mengedepankan munculnya kesepakatan (gentle agreement) yang secara eksplisit menggariskan toleransi di atas nota kesepahaman. Misalnya, Perjanjian al-Fudhul (half al-fudhûl), Piagam Madinah (dustûr al-madînah), dan Perdamain Hudaybiyah (Shulh al-Hudaybiyyah). Pada pemerintahan Umar bin Khattab, juga muncul kesepakatan perdamaian yang dikenal dengan Perjanjian Umar (al-’Uhdah al-Umariyyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada masa Ottoman, lahir Piagam Penaklukan Kontantinopel (Watsîqah Fath al-Qanthanthîniyyah). Keseluruhan kesepakatan tersebut menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW dan para penguasa muslim pada masa lalu mempunyai kehendak politik untuk memilih toleransi sebagai pilihan utama. Sedangkan pilihan konflik atau perang merupakan sebuah pengecualian. Artinya, sebisa mungkin dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pada level basis material. Harus disadari bahwa toleransi bukanlah konsep kosong, tetapi sebuah konsep yang meniscayakan keadilan dan kesejahteraan sosial. Toleransi harus mempertimbangkan distribusi ekonomi yang adil, terutama bagi kelompok yang terpinggirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat yang tingkat distribusi ekonominya adil dan sejahtera jauh lebih mudah meminimalisasi kekerasan dan intoleransi daripada masyarakat yang dirundung kemiskinan dan kemelaratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kadang perlu dimaklumi pula bahwa sikap intoleran sering muncul dalam masyarakat yang papa secara ekonomi. Kekerasan di negara-negara seperti Afrika dan India pada umumnya disebabkan motif basis material yang tidak berkeadilan. Di sinilah distribusi ekonomi yang adil merupakan salah satu pintu menuju toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fikih toleransi sejatinya dapat menjadi agenda nasional, baik pada level kalangan agamawan, wakil rakyat di parlemen, maupun penentu kebijakan ekonomi. Seluruh lapisan masyarakat harus bekerja keras untuk mewujudkan toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, John Locke benar tatkala berkata bahwa manusia pada hakikatnya mempunyai kebebasan di satu sisi, tetapi juga harus bersikap toleran di bawah naungan hukum yang disepakati bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.jawapos.com&lt;br /&gt;http://www.islamemansipatoris.com/artikel.php?id=529&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-3210998554399982281?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/3210998554399982281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=3210998554399982281' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/3210998554399982281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/3210998554399982281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/02/opini_17.html' title='Opini'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_33zoQaR640s/R7i-fSNmXrI/AAAAAAAAAB0/S75e5pNM-FA/s72-c/zuhairi+misrawi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-864287766931004579</id><published>2008-02-11T00:49:00.001-06:00</published><updated>2008-03-31T23:16:22.919-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semarang kota wisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesiaku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata Semarang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obyek wisata Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masjid Agung Semarang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata religi'/><title type='text'>Pesona Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_33zoQaR640s/R6_zZyNmXoI/AAAAAAAAABc/6IJBV8lYD1k/s1600-h/masjid+agung1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5165614921918340738" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_33zoQaR640s/R6_zZyNmXoI/AAAAAAAAABc/6IJBV8lYD1k/s320/masjid+agung1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Wisata Religi Kota Semarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Written by dahan&lt;br /&gt;Wednesday, 05 December 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Gbr. Masjid Agung Semarang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. KLENTENG GEDUNG BATU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klenteng Gedung Batu atau Sam Poo Kong adalah tempat yang unik karena tempat peribadatan bagi umat Tri Dharma tetapi yang datang berziarah pemeluk agama lain, keberadaan klenteng ini tidak bisa dilepaskan dari sosok pelaut besar ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laksamana Cheng Hoo yang hidup pada zaman kaisar ketiga Dinasti Ming yaitu Zhu De, sang laksamana kemudian mendapatkan gelar Sam Poo Tay Djien, untuk menghormatinya didirikan tempat ibadah klenteng Gedung Batu atau disebut juga Sam Poo Kong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun di klenteng ini diperingati Pendaratan Laksamana Cheng Ho, yang untuk tahun 2005 diperingati secara besar-besaran dengan tujuan untuk melestarikan kebudayaan sekaligus menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Perayaan dilakukan dengan menggelar ritual mengarak patung Sam Poo Tay Djien dari kelenteng Tay Kek Sie di gang Lombok ke gedung Batu ke klenteng Gedung Batu.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. GEREJA BLENDUK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan bangunan yang memiliki Gaya arsitektur Phantheon yang dibangun pada tahun 1750 dan dipugar tahun 1894 oleh HPA. De Widle dan Westmas. Gereja tersebut terletak di jalan Letjen Suprapto No. 30, nama asli dari gereja tersebut adalah Gereja Emmanuel, tetapi karena bentuknya yang berkubah cembung sehingga gereja ini dikenal dengan nama Gereja Blenduk. Yang menarik dari gereja ini adalah interior dan susunan Orgel masih asli sejak pendeta pertama Johanes Wihelkmus Semkar dari Tahun 1753-1760. Sebagai salah satu bangunan kuno di lingkungan Kota Lama bangunan ini bisa dikunjungi setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. VIHARA BUDDHAGAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vihara yang dulu dikenal dengan nama Vihara Watugong, karena letaknya di daerah Watugong Semarang ini adalah vihara yang pertama di Indonesia yang berdiri pada tahun 1957. Atas prakarsa Po Soen Ko, saat ini telah dibangun Pagoda dengan ketinggian 45 m dengan nama Pagoda Avalokitesvara. Pagoda yang tertinggi di Indonesia ini memiliki tujuh lapis tingkat, yang didalamnya terdapat sebuah patung Budha raksasa yang bersemedi dan patung Dewi Kwan Im di dinding lantai pertama yang menghadap empat penjuru mata angin. Sering disebut pula sebagai Pagoda Metakaruna, dengan meta berarti cinta kasih dan karuna adalah kasing sayang, keduanya merupakan landasan pembentukan moralitas umat Budha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. VIHARA MAHAVIRA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vihara yang dibangun mulai akhir tahun 2001 di atas lahan seluas 1.688 ha ini memiliki nama lengkap Vihara Mahavira Graha. Sering disebut-sebut pula sebagai vihara terbesar di Jawa Tengah, yang terdiri atas tujuh lantai, dan dengan keunikannya memiliki 88 arca Budha dalam posisi abayamudra dan 32 arca Avalokitesvara (Kwan Im) yang menghiasi sekeliling vihara. Selain untuk tempat beribadah, dimaksudkan pula sebagai tempat pendidikan calon bhiksu dari aliran Mahayana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. MASJID MENARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamakan mesjid Menara karena menara mesjid ini bentuknya seperti mercu suar, dan ini menjadi penanda untuk kawasan jalan Layur, mesjid menara didirikan oleh saudagar sekaligus ulama dari Yaman yang datang ke Semarang sambil berdagang namanya Abah Bani Hasyim, mesjid Menara didirikan pada tahun 1802, dengan menara ala mercu suar setinggi hampir 21 meter. Namun karena pernah tersambar petir maka tinggi menara kini tinggal 13 meter. Konon bentuk menara dengan kap bercorak Mongolia seperti itu hanya ada di mesjid-mesjid Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. MASJID AGUNG JAWA TENGAH (MAJT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) berlokasi di Jalan Gajah Raya dan telah disremikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ditinjau dari segi arsitekturnya sungguh membanggakan, dengan bangunannya meneladani prinsip gugus model kluster dari Masjid Nabawi di Madinah. Bentuk penampilan arsitekturnya merupakan gubahan baru yang mengambil model dari tradisi masjid para wali dengan corak universal arsitektur Islam pada bangunan pusatnya dengan menonjolkan kubah utama yang dilengkapi dengan minaret runcing menjulang di keempat sisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid beserta fasilitas pendukungnya menempati tanah bandha Masjid Agung Semarang seluas 10 ha di Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Masjid itu mampu menampung jamaah lebih kurang 13.000 orang. Berdasarkan tata ruang, dalam bangunan masjid tersebut terdapat ruang shalat, tempat berwudhu, ruang kantor, ruang kursus dan pelatihan, ruang perpustakaan, ruang akad nikah dan auditorium.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://infosemarang.net/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=62&amp;amp;Itemid=9"&gt;http://infosemarang.net/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=62&amp;amp;Itemid=9&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-864287766931004579?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/864287766931004579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=864287766931004579' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/864287766931004579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/864287766931004579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/02/pesona-indonesia.html' title='Pesona Indonesia'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_33zoQaR640s/R6_zZyNmXoI/AAAAAAAAABc/6IJBV8lYD1k/s72-c/masjid+agung1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-8527793531735958420</id><published>2008-02-08T22:19:00.000-06:00</published><updated>2008-02-09T00:45:26.619-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesiaku'/><title type='text'>Indonesiaku</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_33zoQaR640s/R60quSNmXlI/AAAAAAAAABE/4hYFYRyGcIE/s1600-h/borobudur1.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164831322315054674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_33zoQaR640s/R60quSNmXlI/AAAAAAAAABE/4hYFYRyGcIE/s320/borobudur1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Borobudur, Candi Budha Terbesar di Abad ke-9&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini. Tak mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah, Borobudur memang memikat hati.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian dasar Borobudur, disebut Kamadhatu, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Empat tingkat di atasnya disebut Rupadhatu melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka. Sementara, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang disebut Arupadhatu, melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Bagian paling atas yang disebut Arupa melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tingkatan memiliki relief-relief indah yang menunjukkan betapa mahir pembuatnya. Relief itu akan terbaca secara runtut bila anda berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, yaitu Ramayana. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha. Karenanya, candi ini dapat dijadikan media edukasi bagi orang-orang yang ingin mempelajari ajaran Budha. YogYES mengajak anda untuk mengelilingi setiap lorong-lorong sempit di Borobudur agar dapat mengerti filosofi agama Budha. Atisha, seorang budhis asal India pada abad ke 10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat mengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa (salah satu raja Kerajaan Sriwijaya), Atisha mampu mengembangkan ajaran Budha. Ia menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajari orang Tibet tentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pun diringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut "The Lamp for the Path to Enlightenment" atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang Borobudur adalah bagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi itu ditemukan dalam keadaan terkubur. Beberapa mengatakan Borobudur awalnya berdiri dikitari rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi. Dasarnya adalah prasasti Kalkutta bertuliskan 'Amawa' berarti lautan susu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi. Beberapa yang lain mengatakan Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala kehebatan dan misteri yang ada, wajar bila banyak orang dari segala penjru dunia memasukkan Borobudur sebagai tempat yang harus dikunjungi dalam hidupnya. Selain menikmati candinya, anda juga bisa berkeliling ke desa-desa sekitar Borobudur, seperti Karanganyar dan Wanurejo untuk melihat aktivitas warga membuat kerajinan. Anda juga bisa pergi ke puncak watu Kendil untuk dapat memandang panorama Borobudur dari atas. Tunggu apa lagi? Tak perlu khawatir gempa 27 Mei 2006, karena Borobudur tidak terkena dampaknya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah: Yunanto Wiji Utomo&lt;br /&gt;Photo: PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan &amp;amp; Ratu-Boko&lt;br /&gt;Peta &amp;amp; Artistik: Sutrisno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/candi/borobudur/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-8527793531735958420?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/8527793531735958420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=8527793531735958420' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/8527793531735958420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/8527793531735958420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/02/indonesiaku.html' title='Indonesiaku'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_33zoQaR640s/R60quSNmXlI/AAAAAAAAABE/4hYFYRyGcIE/s72-c/borobudur1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-185812258930227554</id><published>2008-02-08T22:07:00.000-06:00</published><updated>2008-02-09T00:46:05.754-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Menarik'/><title type='text'>Sekilas Info</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164828679445405618" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_33zoQaR640s/R60oUcwX37I/AAAAAAAAAA8/ijwkIn9aVY8/s320/smu.jpg" border="0" /&gt;SMP-SMA Arif Rahman Hakim “Boarding Class” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Status: Terakreditasi&lt;br /&gt;Jl. Taman Makam Bahagia ABRI&lt;br /&gt;Kel. Parigi, Kec. Pondok Aren, Tangerang, Banten 15227&lt;br /&gt;Telp. 021-74862521&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;SMP-SMA ARH (Arif Rahman Hakim) mulai tahun pelajaran 2008/2009 membuka program “Boarding Class” yang menyelenggarakan program pendidikan terpadu, mengintegrasikan system pendidikan umum dengan system pendidikan kejemaatan untuk mengantarkan anak-anak generasi muda Jemaat mendalami ilmu umum guna dapat memasuki perguruan tinggi dan juga membimbing mereka dalam mendalami ilmu agama dan kejemaatan.&lt;br /&gt;Di SMP-SMA ARH Boarding Class, anak-anak tidak saja belajar dikelas, akan tetapi juga mereka akan berada dalam pendidikan asrama yang terbimbing.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;SMP-SMA ARH juga terletak di kawasan yang padat oleh berbagai lembaga pendidikan mulai yang bertaraf nasional hingga sekolah yang bertaraf internasional seperti British International School, Japan International School, Sekolah Internasional Global Jaya, Sains Center School Pembangunan Jaya, dll.&lt;br /&gt;SMP-SMA ARH juga telah dilengkapi fasilitas penunjang pendidikan seperti gedung sekolah sendiri dengan jumlah murid 1000 siswa terdiri dari 13 kelas tingkat SMP dan 11 kelas tingkat SMA. SMP-SMA ARH juga telah di lengkapi dengan Lab.Fisika, Kimia dan Komputer.&lt;br /&gt;Sejak berdiri pada tahun 1990, SMP-SMA ARH telah melahirkan lulusan yang berkualitas. Alumni SMP-SMA ARH banyak diterima di STAN, AKABRI dan berbagai dunia kerja.&lt;br /&gt;Untuk mengoptimalkan program ini, SMP-SMA ARH Boarding Class akan segera membangun ruang kelas full AC yang baru, dilengkapi dengan alat bantu proses pembelajaran modern seperti OHP, in-focus, Komputer dan internet agar atmosfir pembelajaran dapat merangsang interest para siswa untuk terlibat dalam proses pembelajaran secara aktif.&lt;br /&gt;Anda tertarik dengan penawaran ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungi:&lt;br /&gt;Sukarta, M.Pd. 0817-890169&lt;br /&gt;A.Munaji, S.Pdi. 0815-10597728&lt;br /&gt;Jafaruddin NZ,S.Pd. 021-99748808&lt;br /&gt;Wawan AR, SE. 0813-81335837&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-185812258930227554?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/185812258930227554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=185812258930227554' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/185812258930227554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/185812258930227554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/02/sekilas-info.html' title='Sekilas Info'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_33zoQaR640s/R60oUcwX37I/AAAAAAAAAA8/ijwkIn9aVY8/s72-c/smu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-1190058999878209068</id><published>2008-02-08T21:56:00.000-06:00</published><updated>2008-02-09T00:47:35.079-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamic Respons'/><title type='text'>Opinion</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_33zoQaR640s/R60lm8wX36I/AAAAAAAAAA0/wmaSwNVSjqs/s1600-h/teroris.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164825698738102178" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_33zoQaR640s/R60lm8wX36I/AAAAAAAAAA0/wmaSwNVSjqs/s320/teroris.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt; Islam’s Response to Terrorism&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;Abdul Ghany Jahangeer Khan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam means the religion of peace. A person following Islam will find that he or she is surrounded by noble teachings, the aim of which is to establish peace between man and Allah, the Creator of all; between man and man; and between man and the rest of Allah’s creation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How does such a religion deal with the issue of terrorism? And what does the word terrorist mean? Dictionaries will define a terrorist as one who systematically uses violence and intimidation to achieve political ends – or one who controls or forces others to do something by violence, fear or threats.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All these definitions are covered by two words in the Holy Qur’an, the sacred book of Islam: Fitnah and Ikrâh.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;In the Holy Qur’an, God begins to deal with the issue of terrorism by teaching Muslims never to become terrorists in the first place. Two of the very first verses of our Holy Book say: ‘Al-Fitnatu ashad-du minal qatl’ – meaning that in the sight of Allah, ‘persecution, or making people constantly fear for their lives, is much worse than killing’. And also: ‘Lâ ikrâha fid-dîn’ – ‘There shall be no compulsion in religion’, that is to say, that no one has the right to force others into complying with their demands or compelling others to follow their line of thinking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Almighty warns the believers again and again that they should never abandon Him, the source of all goodness. Allah Almighty reminds us that it is those who have abandoned Him and thrown away all good, and divested themselves of every shred of human decency, that are the ones who will eventually resort to terrorizing others, forcing them into complying with their demands. The believers are repeatedly reminded that they would lose Allah Almighty’s love and His favors if they ever began to behave in that way.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But Islam does not content itself with these injunctions strongly forbidding Muslims from ever becoming terrorists. It also makes sure that the believers are made into highly moral, excellently behaved people, by inculcating those lofty human values that can turn them into people who sincerely love humankind without distinction of religion, race or social status. Islam no doubt encourages the logical and rational discussion of views with people of all creeds in a calm and dispassionate way, with the only aim that truth prevail over error and falsehood. But it also reminds us that it is error and falsehood as such that are to be hated and detested. The people who unfortunately hold on to error are never to be hated. That is why the motto of the Ahmadiyya Muslim Community is ‘Love for all, hatred for none.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Islam, an amazingly powerful emphasis is laid on developing love for mankind and on the vital importance of showing mercy and sympathy towards every creature of Allah Almighty, including human beings and animals. For indeed, love and true sympathy are the very antidote of terrorism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is related by ‘Ayesha, may Allah be pleased with her, the talented wife of the Holy Prophet Muhammad, may peace and blessings of Allah be upon him, that some desert Arabs came to him one day and asked: ‘Do you kiss your children?’ He answered: ‘Yes.’ They said: ‘We never kiss them.’ The Prophet (sa) said:‘What can I do if your hearts have been stripped of compassion?’ He also said that Allah Almighty has no mercy for him who has no mercy for his fellow beings.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The measure of compassion shown by the Holy Prophet (sa) cannot but amaze anyone who knows how rough and violent was the society into which he had been born. Abu Qatâdah, may Allah be pleased with her, relates that the Messenger of Allah told him: ‘It happens that I stand up to lead the prayer, having in mind to lengthen it. Then I hear the cry of an infant and I shorten the prayer fearing lest I should cause inconvenience to its mother.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Far from inciting hatred and aggressiveness in its followers, Islam keeps on enjoining kindness and sympathy for all. The Holy Prophet Muhammad, may peace and blessings of Allah be upon him, said: ‘Charity is incumbent upon every human limb every day on which the sun rises. To bring about reconciliation between two contestants is charity. Helping a person mount his animal or to load his baggage on to it is charity. A good word is charity. Every step taken toward the mosque for prayer is charity. To remove anything from the street that causes inconvenience is charity.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He incessantly admonished Muslims to behave well towards their neighbors, saying: ‘That one will not enter Paradise whose neighbor is not safe against his mischief.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He also declared: ‘By Him in Whose Hands is my life, you will not enter Paradise unless you believe, and you will not truly believe unless you love one another. Shall I tell you something whereby you will love one another? Multiply the greeting of peace among yourselves.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One day he found a mother bird beating her wings on the ground in distress. He asked his companions: ‘Who has done this?’ They said: ‘We took her young ones out of her nest.’ The Holy Prophet (sa) said: ‘Restore them to her. No mother must be tormented on account of her child.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On another occasion, he found one of his companions setting fire to an anthill. He immediately told them to put out the fire saying: ‘No one has the right to torment others with fire.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As Allah Almighty says in the Holy Qur’an that the true believers are: ‘those who suppress their anger and forgive people’, likewise, the Holy Messenger of Allah, Muhammad, may peace and blessings of Allah be upon him, said: ‘Allah is Gentle and loves gentleness in all things. Make things easy and do not make them hard. And cheer people up and do not repel them.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is clear that the true believers and all other good, honest people are always on the receiving end of terrorism, never on the delivering end. Whenever such tendencies appear in society by which the peace is being disturbed and people cannot live their lives without fear, Muslims are enjoined to counter them first of all by reasoning with those responsible for the disturbance. The Holy Qur’an says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Call unto the way of your Lord [that is the way of justice and goodness] with wisdom and goodly exhortation, and argue with them in a way that is best. (Ch.16: v.126)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the Qur’an repeatedly tells us to seek help from Allah Almighty with patience and p r a y e r. But if reasoning with those people bent on wickedness and praying for them fail to bring about a change in their ways, then Allah Almighty says, again at the end of Chapter 16, verse 127:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Then if you desire to punish the oppressors, punish them to the extent you have been wronged.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Almighty commands the Muslims that when things get out of hand, they should join forces to restore peace by use of reasonable force. They have been enjoined by the Holy Prophet Muhammad, may peace and blessings of Allah be upon him, to join forces if need be with followers of other faiths to do so. Thus, in the famous document known as the Treaty of Medina, The Messenger of Allah declared:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Article 1:&lt;br /&gt;This is the treaty of Muhammad, the Prophet (the Messenger of Allah) between the Believers and Muslims of the Quraish and the people of Yathrib, and between those who follow them and join them in fighting (the common enemy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Article 2:&lt;br /&gt;And it is that they constitute an Ummah Wâhidah (One Nation) separate from other people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Article 25:&lt;br /&gt;And also that the Jews of the tribe of ‘Auf constitute an Ummah Wâhidah with the Believers - even though the Jews will follow their own religion and the Muslims will follow their own - and this will include both their friends and themselves. (Quoted from Reuben Levy in ‘Sociology of Islam, part I, pages 279-282)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here, all the inhabitants of the city of Yathrib, or Medina, were called upon to join in fighting the forces that were terrorizing the citizens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslims have been made to promise that they will help defend the followers of other faiths from unjust and cruel attacks as well. For example, in his charter for all time to come addressed to all Christians living as citizens under Muslim rule, the Holy Prophet Muhammad, may peace and blessings of Allah be upon him, states:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I promise that any monk or wayfarer who will seek my help on the mountains, in forests, deserts or habitations, or in places of worship, I will repel his enemies with my friends and helpers, with all my relatives and with all those w ho profess to follow me and will defend them, because they are my covenant. And I will defend the covenanted against the persecution, injury and embarrassment of their enemies in lieu of the poll tax they have promised to pay. If they prefer to defend their properties and persons themselves, they will be allowed to do so and will not be put to any inconvenience on that account.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No bishop will be expelled from his bishopric, no monk from his monastery, no priest from his place of worship, and no pilgrim will be detained in his pilgrimage. None of their churches and other places of worship will be desolated or destroyed or demolished. No material of their churches will be used to build mosques or houses for the Muslims; any Muslim doing so will be regarded as recalcitrant to Allah and His Prophet. Monks and Bishops will be subject to no tax or indemnity whether they live in forests or on rivers, in the East or in the West, in the North or in the South. I give them my word of honor. They are on my promise and covenant and will enjoy perfect immunity from all sorts of inconveniences. Every help shall be given them in the repair of their churches. They shall be absolved of wearing arms. They shall be protected by the Muslims. Let this document not be disobeyed till Judgment Day.” (Quoted from Balâdhar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Islam, every effort is thus made to protect the peace of not only the Muslims, but also of the followers of other faiths. Allah Almighty says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And if Allah did not defend some men by means of others, there would surely have been pulled down monasteries, churches, synagogues and mosques wherein the name of Allah is oft remembered. (Ch.22: v.41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, Muslims have been warned by the Holy Founder of Islam, Muhammad, the Messenger of Allah, may peace and blessings of Allah be upon him, that when they enter the territory of those who have been terrorizing and harshly persecuting them, they should not lose all sense of perspective and justice, and be tempted to start acting savagely, like the terrorists themselves. The worst crime of ungratefulness would be that committed by a people who, having forgotten that they had just been subjected to terrible cruelties, start meting out the same, if not worse, cruelties to others. The Prophet ordered:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘You will meet those who remember Almighty Allah in their houses of worship. Have no dispute with them, and give no trouble to them. In the enemy country, do not kill any women or children, or the blind, or the old. Do not pull down any tree; nor pull down any building.’ (Quoted from Halbiyyah, Vol.3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So the only Jihad permitted in Islam is the war of the oppressed against the oppressor, the war waged to protect the peace of all people irrespective of their religion or creed. Tactics used today such as suicide bombing, etc. are absolutely out of the question for true followers of Islam. Allah Almighty says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And kill not your own selves. Surely Allah is Merciful to you. (Ch.4: v. 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…and cast not yourselves into ruin with your own hands… (Ch.2: v.196)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam strictly forbids the killing of innocent, non-aggressive people:…no hostility is allowed except against the aggressors. (Ch.2: v.194)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These three verses alone are sufficient to prevent Muslims from crashing airplanes into buildings, or from sending suicide bombers to blow up innocent civilians.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Once the evildoers have ceased misbehaving and have been justly punished for their crimes, then Allah Almighty says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And fight them until there is no more persecution, and religion is freely professed for Allah. But if they desist, then remember that no hostility is allowed except against the aggressors. (Ch.2: v.194)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To sum up, Islam advocates three steps against terrorism:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To give an excellent moral upbringing to all Muslims, so that they become upright, just, moral, kind and loving people, thereby ensuring that they never disrupt the peace of others.&lt;br /&gt;Whenever the peace is disrupted, to reason and argue with the evildoers, and sincerely pray for them, to make them change their ways.&lt;br /&gt;If all reasoning fails, then to join forces with all good people to combat the mischief-mongers until peace has been restored, but always keeping the dictates of justice in view.&lt;br /&gt;It is our belief that not only Islam, but no true religion, whatever its name, can sanction violence and bloodshed of innocent men, women and children in the name of Allah Almighty. Terrorists may use religious or political labels, but no one should be deceived by their wily ways and treacherous guiles. They have nothing to do with religion. They are the enemies of peace. They must be combated at every level as advocated by Islam, the religion of peace.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-1190058999878209068?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/1190058999878209068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=1190058999878209068' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/1190058999878209068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/1190058999878209068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/02/opinion.html' title='Opinion'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_33zoQaR640s/R60lm8wX36I/AAAAAAAAAA0/wmaSwNVSjqs/s72-c/teroris.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-1688899417756742149</id><published>2008-02-08T21:34:00.000-06:00</published><updated>2008-02-09T00:48:18.428-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kutipan Pustaka Islam'/><title type='text'>Kutipan Hikmah</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164819436675784594" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_33zoQaR640s/R60f6cwX35I/AAAAAAAAAAs/qrUAlODgd_U/s320/gusdur3.jpg" border="0" /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Adakah Sistem Islami&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab suci Al-Quran disebutkan: "masuklah kalian ke dalam Islam (kedamaian) secara penuh (udkhulu fi al-silmi kaffah)" (QS al-Baqarah [2]:208)1. Di sinilah terletak perbedaan pendapat sangat fundamental diantara kaum muslimin. Kalau kata "al-silmi" diterjemahkan menjadi kata Islam, dengan sendirinya harus ada sebuah entitas Islam formal, dengan keharusan menciptakan sistem yang Islami. Sedangkan mereka yang menterjemahkan kata tersebut dengan kata sifat kedamaian, menunjuk pada sebuah entitas universal, yang tidak perlu dijabarkan oleh sebuah sistem tertentu, termasuk sistem Islami.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang terbiasa dengan formalisasi, tentu digunakan penterjemahan kata al-silmi itu dengan kata Islami, dan dengan demikian mereka terikat kepada sebuah sistem yang dianggap mewakili keseluruhan perwujudan ajaran Islam dalam kehidupan sebagai ssuatu yang biasa dan lumrah. Hal ini membawakan implikasi adanya keperluan akan sebuah sistem yang dapat mewakili keseluruhan aspirasi kaum muslimin. Karena itu dapat dimengerti mengapa ada yang menganggap penting perwujudan "partai politik Islam" dalam kehidupan berpolitik. Tentu saja, demokrasi mengajarkan kita untuk menghormati eksistensi parpol-parpol Islam, tetapi ini tidak berarti keharusan untuk mengikuti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak kita juga harus menghormati hak mereka yang justru mempertanyakan kehadiran sistem Islami tersebut, yang secara otomatis akan membuat mereka yang tidak beragama Islam sebagai warga dunia yang kalah dari kaum muslimin. Ini juga berarti, bahwa dalam kerangka kenegaraan sebuah bangsa, sebuah sistem Islami otomatis membuat warga negara non-muslim berada di bawah kedudukan warga negara beragama Islam, alias menjadi warga negara kelas dua. Ini patut dipersoalkan, karena juga akan berdampak pada kaum muslimin yang tidak menjalankan ajaran Islam secara penuh. Kaum muslimin seperti ini, sering disebut muslim nominal atau abangan-,tentu akan dinilai kurang Islami jika dibandingkan dengan mereka yang menjadi anggota/warga partai/organisasi yang menjalankan ajaran Islam secara penuh, yang juga sering dikenal dengan nama "kaum santri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terdapat pendapat tentang perlunya sebuah sistem Islami, mengapa lalu ada ketentuan-ketentuan non-organisatoris yang harus diterapkan di antara kaum muslimin oleh kitab suci al-Quran? Sebuah ayat menyatakan adanya lima syarat untuk dianggap sebagai "muslim yang baik", sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat di kitab suci al-Quran, yaitu menerima prinsip-prinsip keimanan, menjalankan ajaran (rukun) Islam secara utuh, menolong mereka yang memerlukan pertolongan (sanak saudara, anak yatim, kaum miskin dab sebagainya) menegakkan profesionalisme dan bersikap sabar ketika menghadapi cobaan dan kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesetiaan kepada profesi itu, digambarkan oleh kitab suci al-Quran dengan istilah "mereka yang memenuhi janji yang mereka berikan" (wa al-mufuna bi'ahdihim idza 'ahadu) (QS al-Baqarah [2]:177). Adakah janji yang lebih nilainya daripada janji kepada profesi masing-masing, yang disampaikan ketika membacakan janji prasetia pada waktu menerima sebuah jabatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kelima syarat di atas dilaksanakan oleh seorang muslim, tanpa menerima adanya sebuah sistem Islami, dengan sendirinya tidak diperlukan lagi sebuah kerangka sistemik menurut ajaran Islam. Dengan demikian, mewujudkan sebuah sistem Islami tidak termasuk syarat bagi seseorang untuk dianggap "muslim yang taat". Ini menjadi titik sengketa yang sangat penting, karena banyak tempat telah tumbuh paham yang tidak memntingkan arti sitem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika NU (Nahdlatul Ulama) menyatakan deklarasi berdirinya PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), tanpa menyebutkan bahwa partai tersebut adalah partai Islam, penulis dihujani kritik tajam selama berbulan-bulan dari mereka yang menginginkan partai tersebut dinyatakan sebagai partai Islam. Ini dilakukan oleh mereka yang tidak menyadari, bahwa NU sejak semula telah menerima kehadiran upaya berbeda-beda dalam sebuah negara atau kehidupan sebuah bangsa dan tidak mau terjebak dalam tasyis an-nushus al-muqaddasah (politisasi terhadap teks keagamaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Muktamar NU tahun 1935 di Banjarmasin, muktamar harus menjawab sebuah pertanyaan: wajibkah bagi kaum muslimin mempertahankan kawasan yang waktu itu bernama Hindia Belanda (sekarang Indonesia) yang diperintah oleh orang-orang non-muslim (para kolonialis Belanda)? Jawab muktamar saat itu; wajib. Karena di kawasan tersebut, yang dikemudian hari bernama Indonesia, ajaran Islam dapat dipratekkan dalam kehidupan sehari-hari oleh warga bangsa secara bebas, dan dahulu ada kerajaan-kerajaan Islam di kawasan itu. Dengan demikian, tidak harus dibuat sistem Islam, dan dihargai perbedaan cara dan pendapat diantara kaum muslimin di kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diktum Muktamar NU di Banjarmasin tersebut, memungkinkan dukungan pimpinan NU kepada mendiang Presiden Soekarno dan Hatta untuk memimpin bangsa ini. Demikian pula, pembentukan badan-badan formal Islam bukanlah satu-satunya medium bagi perjuangan Islam untuk menerapkan ajaran di bumi nusantara. NU yang resminya sebagai organisasi kemasyarakatan Islam dan bukannya lembaga politik, dapat saja menyalurkan aspirasinya tentang pelaksanaan ajaran Islam di kawasan tersebut melalui Golkar (Golongan Karya) yang bukan sebagai organisasi Islam resmi. Perbedaan jalan perjuangan antara yang menganut paham lembaga Islam sebagai sistem di satu pihak, dan mereka yang tidak ingin melaksanakan perjuangan melalui jalur-jalur resmi Islam, dihargai dan diterima oleh para pendukung Ibn Taimiyah beberapa abad yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan adagium yang dikenal Islam; "Tiada Islam tanpa kelompok, tiada kelompok tanpa kepemimpinan, dan tiada kepemimpinan tanpa ketundukkan"(La Islama illa bi Jama'ah wala Jama'ata illa bi Imarah wala Imarata illa bi Tha'ah). Bukankah ini sudah menunjukkan adanya sebuah sistem, maka jawabannya bahwa tidak ada sesuatu dalam ungkapan tersebut menunjukkan secara spesifik adanya sebuah sistem Islami. Dengan demikian, setiap sistem diakui kebenarannya oleh ungkapan tersebut, asal ia memperjuangkan berlakunya ajaran Islam dalam kehidupan sebuah bangsa/negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu penulis berpendapat, dalam pandangan Islam tidak diwajibkan adanya sebuah sistem Islam, ini berarti tidak ada keharusan untuk mendirikan sebuah negara Islam. Ini penting untuk diingat, karena sampai sekarang pun masih ada pihak-pihak yang ingin memasukkan Piagam Jakarta ke dalam UUD (Undang-Undang Dasar) kita. Dengan klaim mendirikan negara untuk kepentingan Islam jelas bertentangan dengan demokrasi. Karena paham itu berintikan kedaulatan hukum di satu pihak dan perlakuan sama pada semua warga negara di hadapan Undang-Undang (UU) di pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Abdurrahman Wahid, Islamku Islam Anda Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi, Jakarta: The Wahid Institute, 2006, hal.3-7)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-1688899417756742149?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/1688899417756742149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=1688899417756742149' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/1688899417756742149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/1688899417756742149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/02/kutipan-hikmah.html' title='Kutipan Hikmah'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_33zoQaR640s/R60f6cwX35I/AAAAAAAAAAs/qrUAlODgd_U/s72-c/gusdur3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-6230979058036603582</id><published>2008-02-08T20:43:00.002-06:00</published><updated>2008-03-31T23:18:31.457-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='para Ulama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUI dan fatwa sesatnya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa sesat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ulama warasatul anbiyya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Polemik Bangsa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa MUI'/><title type='text'>Opini</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;MUI Dulu, MUI Sekarang&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOLOM: Hukum EDISI : 28&lt;br /&gt;MUI yang dulu melang- gengkan status quo dan merestui keinginan penguasa. MUI yang sekarang memproduksi fatwa yang tak mampu menghalangi kekerasan, pengusiran dan penghancuran masjid dan sekolah. Ketika itu 7 Rajab 1395 H, atau tanggal 26 Juli 1975 di Jakarta, terjadi pertemuan atau musyawarah para ulama, cendekiawan dan zu'ama yang datang dari berbagai penjuru Tanah Air.&lt;br /&gt;Sekitar 53 orang orang ulama dan aktivis dari berbagai ormas Islam, seperti antara lain Muhammadiyah, NU, al Irsyad al Washilyah dan al-Ittihadiyah berkumpul di pertemuan itu untuk melakukan persalinan lembaga bernama Majelis Ulama Indonesia.&lt;br /&gt;Ide pendirian MUI ketika itu konon diarahkan, direstui dan didukung penuh oleh Presiden Soeharto. Terpilihlah sebagai Ketua MUI pertama Prof Hamka.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu fungsi penting yang diemban organisasi ini ketika itu adalah memberi fatwa dan nasihat mengenai masalah keagamaan dan kemasyarakatan kepada pemerintah dan umat Islam sebagai amar ma'ruf nahi munkar.&lt;br /&gt;Di awal berdirinya, saat dipimpin ulama kharismatik Buya Hamka, MUI bisa menempatkan diri sebagai organisasi independen dan berwibawa serta menjadi alat kontrol efektif terhadap pemerintah.&lt;br /&gt;Salahudin Wahid mengatakan bahwa pada awal perkembangan MUI, di bawah pimpinan Hamka, MUI cukup bagus dan aspiratif dalam mengakomodasi kepentingan umat, namun lama kelamaan ternyata fungsi-fungsi mulai berubah. "MUI kemudian menjadi corong pemerintah dan kedudukannya inferior di bawah pemerintah."&lt;br /&gt;Sepak terjang MUI yang seperti itu sempat menimbulkan hubungan tak harmonis dengan pemerintah Soeharto, terutama berkaitan dengan dikeluarkannya fatwa larangan mengikuti perayaan Natal bagi umat Islam. Buntutnya, Buya Hamka terpaksa mundur dari jabatannya.&lt;br /&gt;Era sesudah itu, MUI relatif dekat dengan pemerintah. Bahkan terkesan menjadi corong pemerintah dalam mensosialisasikan kebijakan-kebijakan nasional seperti kebijakan keluarga berencana (KB) dan ekspor kodok.&lt;br /&gt;MUI pulalah yang menyetujui SDSB (Sumbangan Sosial Berhadiah), dengan alasan untuk keselamatan dan persatuan bangsa padahal jelas sekali sikap itu merupakan tekanan dari Soeharto untuk menjaga keselamatan penguasa Orde Baru. Sikap itu amat sangat menyakitkan dan mengorbankan keselamatan umat, merusak persatuan dan kesatuan bangsa.&lt;br /&gt;MUI saat itu begitu mudahnya ditipu Abdul Gafur untuk menerima&lt;br /&gt;hadirnya SDSB, seperti dikatakan mantan Menteri Agama Tarmidzi Taher, hanya dengan mengatakan "Cara pengumpulan dana seperti itu juga sudah seperti di negeri Arab. Ulama macam apa itu? Hanya dengan mendengar sudah terjadi di negara Arab, dianggap otomatis Islami" seru Tarmidzi.&lt;br /&gt;Setelah kasus isu lemak babi di tahun 1988 yang meresahkan masyarakat, MUI pada 6 Januari 1989 mendirikan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik (LPPOM). MUI juga kemudian memprakarsai berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI) yang diresmikan di Istana Bogor pada tanggal 30 Oktober 1991.&lt;br /&gt;Sebagai lembaga masyarakat yang sempat lama mencicipi politik otoriter rezim Soeharto, MUI tidaklah bebas dari kepentingan dan bias politik. Bahkan rekam jejak MUI sedikit banyak mengisahkan lembaga yang berbau kepentingan politik.&lt;br /&gt;Pada Kongres Umat Islam Indonesia bulan November 1998, masih lekang dalam ingatan publik betapa besarnya peran citra Kelompok Doa Bersama, yang terdiri dari sekelompok tokoh umat yang menggiring umat Islam untuk pejah gesang nderek Soeharto. Sikap itu dimotori MUI.&lt;br /&gt;"Dulu kelompok itu selalu berdoa, agar Soeharto tetap sehat-sehat saja. Agar Soeharto memimpin bangsa ini selama-lamanya. Setelah Soeharto lengser keprabon, kelompok doa bersama mendukung BJ Habibie. Kekhasan mereka selalu memakai label-label Islam. Dulu kelompok ini berpikir Soeharto itu seolah-olah "Sayyidina&lt;br /&gt;Ali". Itulah ungkapan yang mereka kembangkan, " sebut Ridwan Saidi mengenang.&lt;br /&gt;Apa kiprahnya doa bersama? MUI melakukan gerakan untuk mempertahankan status quo. Lalu bermaksud mempertahankan pemerintahan Habibie yang dianggap kelanjutan dari Orde Baru.&lt;br /&gt;MUI di era rezim Soeharto juga gemar melempar seruan agar umat Islam memilih wakil rakyat yang beragama Islam. Seruan itu tentu saja bermaksud mengarahkan suara umat untuk memilih Haji Muhammad Soeharto. Tokoh Cendikiawan NU Masdar Masudi melihat MUI tidak ubahnya sebagai pelicin jalan bagi pemerintah untuk mendapatkan dukungan dari umat.&lt;br /&gt;Perhatian yang besar yang diberikan MUI kali itu tidak berkorelasi positif dengan kepentingan umat. Agak sulit dilupakan betapa MUI ketika lebih banyak melayani penguasa yang represif tinimbang membela hak-hak rakyat yang banyak diabaikan oleh penguasa.&lt;br /&gt;Cendikiawan Muslim Said Agil Siradj oleh karenanya tak menampik betapa dalamnya keterlibatan politik MUI dalam membela penguasa. Jauh sebelum Gus Dur ingin membubarkan MUI, di tahun 1998 Said Agil mengusulkan pembubaran MUI. Alasannya antara lain karena MUI adalah organisasi produk Rezim Orde Baru, kental sekali dengan pemaksaan kehendak. Berdirinya MUI dituding Said dengan maksud untuk menyetir para ulama demi kepentingan pemerintah dalam memepertahankan status quo.&lt;br /&gt;MUI pula disebut Said hanyalah organisasi ulama yang cuma menge-luarkan fatwa-fatwa tertentu dalam menyikapi situasi maupun kondisi yang sedang terjadi di Indonesia. Sikap ini samasekali tidak dibarengi dengan kualitas dakwah dan pendidikan kepada umat. Bahkan dalam mengeluarkan fatwapun MUI cenderung membela pemerintah. Kritik seperti inipun disampaikan Gus Dur dengan mengatakan MUI hanya sebagai perpanjangan tangan Departemen Agama.&lt;br /&gt;Itulah kenyataan Majelis Ulama Indonesia di masa lalu. Kenyataan yang telah mengkhianati keagungan ulama sebagai Warasatal Anbiya yang seharusnya menjadi pemimpin di bumi dan mewarisi bumi dengan pemihakan kepada keadilan dan kepada nestapa kaum tertindas dari permainan politik maupun kekuasaan agama.&lt;br /&gt;Fatwa MUI memang bermaksud melindungi umat, tetapi bukankah MUI juga berkewajiban untuk memberikan fatwa sesat bagi setiap upaya-upaya penyerangan yang terjadi pada pemeluk Ahamadiyah di Manislor Kuningan yang mengakibatkan kekerasan, penghancuran masjid, sekolah dan luka-luka pada anak-anak dan ibu-ibu?&lt;br /&gt;MUI pula bertanggungjawab untuk melakukan dialog pemikiran kepada tarekat Wahidiyyah, atau kelompok salat dua bahasa yang mengalami pengusiran dan penangkapan karena fatwa sesat MUI.&lt;br /&gt;Rakyat kini menunggu lahirnya ulama yang menyadari marwahnya sehingga mampu menjaga harga dirinya dari kepentingan politik. Karena harga seorang ulama semestinya berada di atas preferensi politik apapun. Ulama melindungi dan menjaga umat dari kebodohan, ketidakadilan, kekerasan bahkan dari kelaparan. Sudahkah itu dilakukan MUI?&lt;br /&gt;http://www.adilnews .com/?q=en/ mui-dulu- mui-sekarang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-6230979058036603582?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/6230979058036603582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=6230979058036603582' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/6230979058036603582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/6230979058036603582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/02/opini_6686.html' title='Opini'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-6606864498275261140</id><published>2008-02-08T19:03:00.001-06:00</published><updated>2008-03-31T23:22:10.538-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nahdhatul Ulama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUI dan fatwa sesatnya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa sesat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUI Bubar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Polemik Bangsa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa MUI'/><title type='text'>Opini</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_33zoQaR640s/R6z-D8wX34I/AAAAAAAAAAk/VU1YwNkor9g/s1600-h/gusdur2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164782216489197442" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_33zoQaR640s/R6z-D8wX34I/AAAAAAAAAAk/VU1YwNkor9g/s320/gusdur2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;GUS DUR: Kembali ke Konstitusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;KOLOM: Berita Utama EDISI : 28&lt;br /&gt;Apa Alasan Gus Dur menyatakan MUI harus dibubarkan?&lt;br /&gt;Karena MUI itu melanggar UUD 1945. Padahal, di dalam UUD itu menjamin kebebasan mengeluarkan pendapat dan kemerdekaan berbicara.&lt;br /&gt;Mengapa MUI tidak melakukan peninjauan atas konstitusi yang isinya begitu gamblang itu?&lt;br /&gt;Karena mereka itu goblok. Itu saja. Mestinya mereka mengerti. Mereka hanya melihat Islam itu sebatas institusi saja, padahal Islam itu adalah ajaran.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Apa seharusnya sikap MUI terhadap kelompok-kelompok Islam sempalan itu?&lt;br /&gt;Dibiarkan saja. Karena itu sudah jaminan UUD. Harus ingat itu.&lt;br /&gt;Sejauh mana kita toleran terhadap aliran-aliran itu?&lt;br /&gt;Dibiarkan saja. Nanti juga ada proses sendiri. Masyarakat juga akan memilih sendiri.&lt;br /&gt;Idealnya, MUI itu perannya apa?&lt;br /&gt;Kalau mau berperan, MUI itu perannya besar. Yaitu tentang pemikiran-pemikiran keagamaan Islam. Misal saja, ada surat At Takaasur, di dalam tafsir ayat itu diterangkan untuk berbanyak anak dan harta benda. Kenapa tidak pernah berfikir untuk memperbanyak suara dalam pemilu. Lha wong itu terjadi.&lt;br /&gt;Kedua, berfikir tentang Islam saja tidak cukup. Kita juga harus berfikir tentang Islam di Indonesia.&lt;br /&gt;Apa yang membedakan Islam Indonesia?&lt;br /&gt;Ya konstitusi.&lt;br /&gt;Kalau dari historitas pendirian MUI, apakah menurut Gus Dur dari awal sudah tidak ideal?&lt;br /&gt;Karena MUI itu alatnya Departemen Agama.&lt;br /&gt;Apa pengertian "alat"?&lt;br /&gt;Apa yang diinginkan Departemen Agama MUI jalankan. Kenapa MUI ribut tentang al Qiyadah, dan sempalan lain tapi sedari dahulu tidak ribut mengenai pemerintahan yang tidak demokratis, korupsi. Sebetulnya begitu banyak yang bisa dipikirin dan diomongin tapi ternyata MUI tidak berani.&lt;br /&gt;Kalau MUI adalah alat negara, lalu apa keuntungan negara mengusik cara beragama kaum minoritas?&lt;br /&gt;Karena pemerintah dari dulu itu selalu berpikir "mengapa tidak bisa campur tangan". Birokrasi kita itu kan selalu ingin campur tangan ke segala hal. Justru saya menegakkan demokrasi itu untuk menghindarkan campur tangan itu.&lt;br /&gt;MUI itu membuat fatwa sesat itu melalui masukan dari umat tapi mereka tidak mentolelir bahwa kekerasan itu bukan implikasi dari fatwa mereka?&lt;br /&gt;Itu omongan orang goblok mas. Kenapa sih dipake aja? Itu karena mereka melihat Islam dari institusi saja.&lt;br /&gt;Gus Dur merasa perlu MUI harus dibubarkan?&lt;br /&gt;MUI itu difungsikan oleh Departemen Agama untuk melanggar UUD. Kita sudah dijamin di UUD untuk kebebasan berbicara dan berpendapat. MUI itu lupa, bahwa kita hidup di Republik Indonesia. Jadi sejak tahun 1926 NU itu selalu meminta Islam dan nasionalis itu berdialog, bukan marah-marahan kayak gitu. Yang sekarang dilakukan oleh MUI terutama Kiai Ma'ruf Amin itu bertentangan dengan UUD. Mereka lupa bahwa yang dilakukan MUI itu ada dua yaitu Islam dan Nasionalis. Bukan hanya mempertahankan ajaran Islam saja. Yang dia lupa juga adalah "Islam di Indonesia".&lt;br /&gt;Kata MUI, meski mereka mengeluarkan fatwa sesat mereka tidak pernah mempelopori tindakan kekerasan?&lt;br /&gt;MUI itu goblok. Dia itu harus tahu apa yang diputuskan dan diomongkan. Itu punya akibat berat.&lt;br /&gt;Mereka hanya bilang "kami membela Islam"?&lt;br /&gt;Sekarang saya tanya. MUI ngomong begitu itu terus apa dia berani mengatakan bahwa pemerintahan ini tidak demokratis. Kalau itu dia tidak berani ngomong. Padahal sudah terjadi pelanggaran konstitusi.&lt;br /&gt;Apakah semua orang Islam di Indonesia menyerahkan urusan ke MUI?&lt;br /&gt;Ya itu, makanya, kok ngomong seenaknya saja. Yang paling penting, MUI itu hanya salah satu ormas dari sekian banyak ormas Islam.&lt;br /&gt;Harusnya bagaimana Gus?&lt;br /&gt;Ya biarkan saja. Umat Islam di Indonesia ini ada dua macam. Ada umat Islam yang referensinya UUD, yaitu jaminan kebebasan berpendapat dan berbicara dan ada umat Islam yang referensinya ajaran Islam itu sendiri. Ya kita harus jujur untuk mengamali ini.&lt;br /&gt;Apakah di dalam Islam Indonesia tidak ada otoritas?&lt;br /&gt;Tidak ada. Ada ujar-ujar di dalam Islam: "Tidak ada agama tanpa pengelompokan, dan tidak ada pengelompokan kecuali ada kepemimpinan, dan tidak ada kepemimpinan bila tidak ada sang pemimpin." Selesai sudah.&lt;br /&gt;Berarti Islam Indonesia tidak ada pemimpin?&lt;br /&gt;Mestinya ada. Tapi dalam kita bernegara kita menghilangkan Mufti. Itu masalahnya.&lt;br /&gt;Bisa dijelaskan "menghilangkan Mufti"?&lt;br /&gt;Memang tidak ada. Mau diapain lagi. Lalu oleh Departemen Agama dicoba dibuat Mufti. Supaya mereka bisa didengar. Tapi dia tahu itu melanggar UUD. Lalu mereka serahkan kepada MUI sebagai Muftinya.&lt;br /&gt;MUI itu memberikan "fatwa sesat" karena ada keresahan di masyarakat?&lt;br /&gt;Mana keresahan di masyarakat. Apa keresahannya? Lha wong mereka yang menentukan kok. Yang resah itu yang tolol-tolol saja.&lt;br /&gt;Siapa sesungguhnya yang bisa mengeluarkan fatwa sesat, apakah kejaksaan, pengadilan?&lt;br /&gt;Yang bisa sebetulnya Pakem (Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat). Saya sudah bilang dari dulu, jangan gunakan kata sesat. Sebab kalau kita pandang orang lain sesat kita juga dipandang sesat pula. Orang Mu'tazilah memandang kita sesat, orang Syiah pula, belum lagi kalau orang Kristen, orang Hindu, Budha memandang kita, mereka itu kalau memandang kita, ya sesat. Bagaimana jadinya kita.&lt;br /&gt;Di MUI isinya juga ada orang NU?&lt;br /&gt;Tidak peduli NU atau tidak NU, harus diberantas. Karena bertentangan dengan UUD.&lt;br /&gt;Di Indonesia ini menurut Gus Dur tidak ada pemimpin, lalu kalau ada konflik di antara umat siapa yang akan mendamaikannya?&lt;br /&gt;Ya mereka sendiri.&lt;br /&gt;Gus Dur percaya mereka bisa menyelesaikan konfliknya sendiri-sendiri?&lt;br /&gt;Karena mereka walau berbeda tapi akan tetap satu. Bhineka Tunggal Ika.&lt;br /&gt;Selain di konstitusi, sebetulnya ada tidak sandaran agama Islam agar tidak cepat-cepat mengatakan sesat?&lt;br /&gt;Begini, ada ujar-ujar para ulama. "Pendapat seorang mujtahid atas lawannya tidak akan dianggap". Artinya kalau kita anggap sesat maka lawannya juga tidak terima. Selain itu, Islam itu sesungguhnya, Masya Allah, begitu luas.&lt;br /&gt;Gus Dur menganggap MUI ini sama seperti ormas lain?&lt;br /&gt;Memang iya.&lt;br /&gt;Anda dulu juga anggota MUI bukan?&lt;br /&gt;Dulu saya keluar dari MUI. Karena Kiai Hasan Basri juga seperti sekarang. Main klaim sesat. Saya dari awal sudah berseberangan karena saya berpatokan pada UUD. NU pada pada tahun 1935 Muktamar ke 9 di Banjarmasin itu sudah menyatakan bahwa Indonesia bukan negara Islam. Tidak perlu negara Islam untuk menjalankan syariah. Nah, apa yang dilakukan MUI itu sudah seperti negara Islam, makanya saya tolak.&lt;br /&gt;Persoalannya adalah Islam selalu dilihat dari institusi bukan ajaran. Kalau ajaran, maka perbedaan itu ditolelir. Perbedaan yang ada di Indonesia ini berasal dari abad ke 5 Hijriah. Ketika itu di Al Azhar Kairo telah diputuskan, ada yang melarang ziarah kubur dan ada yang menganjurkan ziarah kubur. Yang melarang ziarah kubur menjadi Muhammadiyah dan yang menganjurkan menjadi NU. Jadi perbedaan itu ternyata sudah ada dari dulu. Tidak ada masalah apa-apa. Tapi Jusuf Kalla mengusulkan harus jadi satu ru'yah. Padahal mereka itu sudah lain-lain.&lt;br /&gt;Apakah Gus Dur bisa menjamin bahwa NU tidak akan mengintervensi atau bahkan mengganggu kehidupan beragama kelompok lain?&lt;br /&gt;Tidak bisa menjamin-jamin. Kita berusaha saja mendidik diri kita kembali.&lt;br /&gt;Apa pendidikan yang terbaik?&lt;br /&gt;Kembali ke konstitusi. Karena hanya itu dasar negara ini. ....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;http://www.adilnews .com/?q=en/ gus-dur-kembali- ke-konstitusi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-6606864498275261140?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/6606864498275261140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=6606864498275261140' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/6606864498275261140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/6606864498275261140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/02/opini_08.html' title='Opini'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_33zoQaR640s/R6z-D8wX34I/AAAAAAAAAAk/VU1YwNkor9g/s72-c/gusdur2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4098955531156373502.post-5377631137432385289</id><published>2008-02-08T17:56:00.002-06:00</published><updated>2008-06-11T01:34:55.780-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Radikalisme dalam Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam Radikal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam Kita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam dan Toleransi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam Damai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Toleransi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tasamuh'/><title type='text'>Opini</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Islam Tidak Mengajarkan Anarkisme&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”&lt;br /&gt;(an-Nahl [16]:125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Swt ini memberikan petunjuk dengan sangat jelas kepada kita bagaimana metode dakwah yang harus dipergunakan. Konsep dasar dari dakwah itu adalah “menyeru manusia kepada Tuhan” bukan kepada hal yang lain. Hal ini dipertegas dengan kata “ilaa sabiili Rabbika”. Jadi kita diminta untuk mengajak umat manusia menuju jalan Tuhan.&lt;span id="fullpost"&gt; Tapi hal ini juga sering disalah persepsikan sehingga ruang lingkup dakwah menjadi sempit, ketika dakwah hanya dimaknai dengan menyeru manusia kepada Islam. Sebenarnya tanpa dikatakan demikian juga konsep ketuhanan dan ketauhidan Ilahi yang sempuna hanya dimiliki oleh Islam.&lt;br /&gt;Ada hal lain yang menarik untuk dikaji ketika sampai kepada bagaimana metode yang Allah Swt berikan untuk berdakwah ini ditekankan kepada masalah “bil-hikmah wa al-mauizhati al-hasanah”(dengan kebijaksanaan dan nasehat yang baik) disana jelas tergambar apa yang menjadi visi dari dakwah itu sendiri yaitu penaklukan hati manusia dan menggunakan cara-cara yang santun, lembut dan damai. Karena metode yang dikedepankan adalah “bil-hikmah wa al-mauizhati” yang kedua hal ini adalah berorientasi menyentuh wilayah hati menusia. Setelah itu disebutkan lagi step terakhir dari proses dakwah adalah “wa jaadilhum bi al-latii hiyaa ahsan” yaitu dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Dan kalau seandainya pada akhirnya terjadi proses perdebatan itupun harus menggunakan cara-cara yang terbaik. Walaupun sebenarnya yang harus kita bangun adalah bukan perdebatan tapi membangun proses dialog yang santun dan terbuka.&lt;br /&gt;Sedih rasanya hati ini menyaksikan sebagian saudara-saudara umat muslim kita yang bertindak anarkis, melakukan persekusi terhadap Ahmadiyah. Mereka menyatakan diri sedang berdakwah dan berjihad atas nama Islam tetapi bertentangan dengan nilai-nilai Islam itu sendiri. Bukankah Allah Swt telah menegaskan bahwa rumah ibadah siapapun dari agama dan golongan apapun tidak boleh dirusak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.” (al-Baqarah [2]:114)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ditegaskan dalam ayat ini, orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya sebagai orang yang paling aniaya (azhlamu).&lt;br /&gt;Sudah berapa banyak masjid-masjid milik Jamaah Ahmadiyah yang dirusak oleh massa yang mengatasnamakan Islam dan hal ini sangat memprihatinkan. Alih-alih mengajak umat untuk bisa memakmurkan masjid, malahan masjid yang sudah ada pun menjadi sasaran perusakan.&lt;br /&gt;Jadi selesaikanlah perbedaan dengan cara-cara yang damai bukan dengan jalan kekerasan. Dan masalah keyakinan bukan manusia yang menjadi hakimnya melainkan Allah Swt lah sebagai wujud al-Hakim yang dapat memberikan penghakiman dengan seadil-adilnya.&lt;br /&gt;.... &lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4098955531156373502-5377631137432385289?l=mampir-mas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mampir-mas.blogspot.com/feeds/5377631137432385289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4098955531156373502&amp;postID=5377631137432385289' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/5377631137432385289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4098955531156373502/posts/default/5377631137432385289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mampir-mas.blogspot.com/2008/02/opini.html' title='Opini'/><author><name>Faizan al-Haramain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_33zoQaR640s/SNHKE5QSrAI/AAAAAAAAAC8/QxEmIMXjZ3I/S220/mujahid.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
